Pekerja memeriksa selang pengisian LNG di kilang pencairan gas alam Badak LNG di Bontang, Kalimantan Timur. (FOTO: ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Pekerja memeriksa selang pengisian LNG di kilang pencairan gas alam Badak LNG di Bontang, Kalimantan Timur. (FOTO: ANTARA/Widodo S. Jusuf)

LMAN-Badak NGL Teken Perjanjian Pengoperasian Kilang LNG Badak

Ekonomi lembaga manajemen aset negara (lman)
Annisa ayu artanti • 28 Desember 2017 15:30
Jakarta: Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) menandatangani perjanjian pengoperasian, pemanfaatan, dan optimalisasi aktiva kilang LNG Badak dengan PT Badak NGL.
 
Penandatanganan perjanjian ini merupakan rangkaian proses pengelolaan kilang LNG Badak yang telah ditetapkan sebagai Barang Milik Negara sesuai Keputusan Menteri Keuangan Nomor 92/KMK.06/2008 tentang Penetapan Status Eks Pertamina sebagai Barang Milik Negara dan telah diserah kelolakan kepada LMAN melalui Keputusan Dirjen Kekayaan Negara Nomor Kep-114/KN/2016.
 
Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan penandatanganan perjanjian ini merupakan upaya dari pemerintah dan arahan dari Wakil Menteri ESDM pada 6 November 2017 agar seluruh pihak mencari solusi terbaik dalam mempertahankan operasi kilang LNG Badak Pasca 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebagaimana diketahui oleh kita bersama Menteri Keuangan telah menunjuk PT Badak NGL sebagai operator kilang dalam rangka pemrosesan gas menjadi LNG di kilang LNG Badak paska 2017 sesuai Surat Menteri Keuangan Nomor S-303/MK.6/2017 tanggal 27 November 2017," kata Mardiasmo di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, 28 Desember 2017.
 
Ia menjelaskan skema pengoperasian kilang LNG Badak pasca 2017 merupakan pola baru di mana Direktorat Jenderal Kekayaan Negara dalam hal ini LMAN merupakan pemilik aset PT Badak NGL selaku operator kilang.
 
Kemudian SKK Migas dan KKKS merupakan gas produser di mana masing-masing pihak memiliki perjanjian-perjanjian tersendiri. Seperti diketahui fasilitas operasi kilang LNG Badak merupakan yang tertua di dunia dan telah beroperasi Iebih dari 40 tahun. Hal ini membuktikan kepada dunia bahwa lndonesia memiliki fasilitas kilang kelas dunia dan memiliki sumber daya manusia yang unggul.
 
Fasilitas kilang LNG Badak memiliki nilai sebesar Rp16 triliun yang terdiri dari strain atau kilang pemrosesan LNG, enam tangki penyimpanan LNG, lima tangki penyimpanan LPG, dan tiga loading dock, dan utilitas lainnya.
 
Aset tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan digunakan oleh seluruh produser gas di Kalimantan Timur sehingga dapat memenuhi kebutuhan energi domestik dan meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) baik dari sektor migas maupun PNBP dari optimalisasi Barang Milik Negara.
 
Dirjen Kekayaan Negara Isa Rachmatanlvata menambahkan bahwa LMAN selaku BLU di bawah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan memiliki fungsi operator pengelola barang yang mempunyai otonomi serta fleksibilitas dalam mengelola dan mengoptimalkan aset negara.
 
"Penandatanganan perjanjian ini dimaksudkan agar LMAN dapat melakukan optimalisasi aktiva kilang LNG Badak. Inisiatif ini merupakan upaya dari LMAN untuk mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan dengan cara pendayagunaan aset yang optimal," jelas Isa.
 
Pemerintah yakin melalui kewenangan yang telah diberikan kepada LMAN dan PT Badak NGL dapat dilaksanakan dengan baik tentunya dengan harapan agar aktiva Kiiang LNG Badak ke depannya dapat dimanfaatkan untuk mendukung terlaksananya Proyek Strategis Nasionai (PSN) sehingga aset ini dapat terutilisasi dan teroptimalisasi untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
 
"LMAN dan PT Badak NGL akan bersinergi dan berkolaborasi dalam mempertahankan operasi kilang LNG Badak demi ketahanan energi nasional," pungkas Direktur LMAN Rahayu Puspasari.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif