Aksi solidaritas terhadap petani rembang yang menolak pabrik semen dan meninggalnya aktivis lingkungan Patmi. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)
Aksi solidaritas terhadap petani rembang yang menolak pabrik semen dan meninggalnya aktivis lingkungan Patmi. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Belasungkawa Semen Indonesia ke Petani Kendeng Patmi

Ilham wibowo • 22 Maret 2017 18:58
medcom.id, Jakarta: PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) berbelasungkawa kepada peserta aksi semen kaki yang menolak pembangunan pabrik Semen Rembang bernama Ibu Patmi. Ia mengatakan kejadian tersebut bukan keinginan perusahaan.
 
"Atas nama seluruh keluarga besar Semen Indonesia Grup kami turut berduka cita dan berbelasungkawa kepada Ibu Patmi warga Pati. Kita doakan agar beliau chusnul khatimah," ujar Direktur Utama Semen Indonesia Rizkan Chandra, di kantor Semen Indonesia, Gedung The East, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 22 Maret 2017.
 
Rizkan mengaku belasungkawa ini merupakan bentuk kepedulian kepada sesama warga negara Indonesia. "Kita mengharapkan tidak terulang kembali, kita tentu punya kepedulian," kata dia singkat.



 
Menanggapi aksi cor kaki di depan Istana Negara, Rizkan menuturkan, pihaknya terbuka untuk semua masukan. Menurutnya, perusahaan BUMN ini akan patuh terhadap regulasi yang dilakukan pemerintah.
 
"Kita bukan perusahaan baru, kita selalu menerima masukan dari semua pihak. Semen Indonesia komitmen menjaga kepatuhan terhadap regulasi," ujarnya.
 
Patmi adalah salah seorang perempuan yang memasung kaki dengan semen. Ia bergabung dalam aksi ini sejak 16 Maret 2017.
 
Patmi dan 55 warga dari Kabupaten Pati dan Rembang, meminta negara menghentikan operasi PT Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng, karena dirasa akan mengancam kelestarian alam pegunungan Kendeng yang menjadi sumber kehidupan mereka.
 
Patmi meninggal pada Selasa dini hari 21 Maret. Sebelumnya, Patmi yang baru pulang dari aksi semen kaki di depan Istana Negara kembali ke Kantor YLBHI di Jalan Diponegoro, Jakarta.
 
Setibanya di Kantor YLBHI, tempat ia menginap selama menjalankan aksi, Patmi mandi. Setelah itu, ia mengeluh kondisi badan tak nyaman. Kemudian, ia kejang-kejang, lalu muntah.
 
"Staf YLBHI lantas membawanya ke Rumah Sakit St Carolus di Salemba. Pihak rumah sakit menyatakan Ibu Patmi meninggal sekira pukul 02.55 WIB karena sakit jantung," demikian informasi dari YLBHI.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan