Salah seorang pedagang cabai rawit,Umbi, mengatakan, melonjaknya harga cabai rawit sejak Minggu(6/9) petang karena stoknya mulai berkurang yang disebabkan kurangnya pasokan dari sejumlah petani di Pulau Ambon menipis.
Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, maka dipasok dari produksi petani Gemba, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dengan harga yang tinggi.
"Diperkirakan kalau sampai dengan pekan depan situasi tetap tidak berubah maka sudah pasti akan naik lagi harga cabai rawit," kata Umbi di Ambon, Senin (7/9/2015).
Hal ini disebabkan pasokan yang selama ini dari Namlea, Kabupaten Buru, dan beberapa desa di Pulau Seram kurang lancar. Dia menambahkan, pengadaan cabai rawit ini juga tidak merata sehingga terjadi perubahan
harga yang selalu berubah-ubah, seperti yang terjadi sekarang ini.
"Hanya bila sentra produksi lancar memasok ke Ambon, maka harga mengalami penurunan tajam hingga pernah mencapai Rp15.000 per kg," ujar dia.
Sedangkan harga bumbu masak lainnya seperti bawang merah turun tajam hingga mencapai Rp20.000 per kg dari sebelumnya Rp24.000 per kg, kecuali bawang putih masih bertahan yakni Rp24.000 per kg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News