Associate Director PT Panasonic Gobel Indonesia Achmad Razaki menjelaskan, merger yang dilakukan tersebut adalah pabrik Panasonic yang ada di Jakarta dengan pabrik yang ada di Surabaya. Hal ini karena Panasonic berkonsentrasi pada satu pabrik, yakni yang ada di Surabaya.
"Sejauh yang saya tahu, itu benar tutup tapi merger, Panasonic dengan Panasonic. Satu Jakarta dan satu lagi Surabaya. Ini semua dialihkan ke Surabaya karena konsentrasinya di sana," ujar Achmad saat dihubungi Metrotvnews.com, Jakarta, Selasa (2/2/2016) malam.
Dia mengungkapkan, pihaknya memberi opsi kepada para karyawan yang ada di Jakarta, apakah mau ikut bergabung dengan Panasonic yang ada Surabaya atau lepas dari Panasonic. Jika tak mau bergabung, maka terpaksa perusahaan memberhentikan karyawannya tersebut.
"Logika sederhananya, tidak mungkin semuanya dibawa ke Surabaya. Ada opsi, kalau yang masih mau gabung, silakan ikut ke Surabaya. Kalau tidak, terpaksa kita lakukan penyesuaian," tutur Achmad.
Sayangnya, Achmad tak memberi jumlah pasti terhadap jumlah karyawan yang terkena imbas merger tersebut. Diakuinya bahwa divisi yang dipegangnya berbeda dengan pabrik Panasonic yang melakukan merger tersebut.
"Kami kan berbeda divisi. Kalau saya kan yang ada di Cimanggis, sedangkan yang melakukan merger kan Panasonic Jakarta dan Surabaya. Jadi kalau detail jumlah karyawan dan alasan merger, saya tidak bisa banyak berkomentar," tutup Achmad.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News