Kemenperin Tepis Industri 4.0 Gantikan Pekerja
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: ANTARA/Akbar)
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menegaskan Industri 4.0 yang fokus pada teknologi dan robotik bukan untuk menghilangkan tenaga kerja. Menurut dia, revolusi industri generasi keempat menunjukkan adanya pergantian pekerjaan.

"Contohnya pada era digital ini bermunculan jasa transportasi berbasis online seperti Go-Jek dan Grab. Selain itu, ditandai dengan tumbuhnya e-commerce dan lainnya, yang malah dapat menambah lapangan pekerjaan," ungkap Airlangga seusai bertemu dengan Member of the Board of Managing Directors Siemens AG, Cedrik Neike, di Berlin, Jerman, baru-baru ini dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, kemarin.

Karena itu, lanjut Airlangga, Industri 4.0 ialah tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia. Dengan Industri 4.0, sektor manufaktur akan menjadi lebih efisien, produktif, dan dapat bersaing di dunia.

Terkait dengan itu, Airlangga mengatakan kunjungannya ke Jerman ialah untuk mempelajari bagaimana menghadapi Industri 4.0. Pasalnya, Jerman merupakan kiblat dari industri 4.0.

"Indonesia perlu banyak belajar dari Jerman, terutama tentang pelatihan sumber daya manusia industri. Di belakang robot tetap ada tenaga kerja sehingga dibutuhkan training dan reskilling khususnya bagi para generasi muda untuk menghadapi Industri 4.0 ini," jelasnya

Pada kesempatan itu, dia mengajak Siemens AG untuk terus meningkatkan investasi di Indonesia dan kemitraan mereka dengan industri dalam negeri.

Siemens AG merupakan perusahaan manufaktur besar dari Jerman yang bergerak di sektor industri teknik listrik, elektronik, peralatan energi, transportasi, telekomunikasi, teknologi informasi, lampu, dan peralatan medis.

"Pengembangan industri elektronik menjadi salah satu prioritas Industri 4.0 di Indonesia dan akan diarahkan agar bisa menjadi manufaktur yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, termasuk komponen," ujar dia.

Untuk itu, Airlangga juga mengajak Siemens menggandeng produsen komponen pembangkit listrik lokal agar menjadi mitra bisnis mereka. Itu mengingat Siemens AG memiliki pabrik komponen pembangkit tenaga listrik seperti turbin uap dan turbin gas di Cilegon, Banten.

"Kami juga meminta Siemens AG agar semakin memperkuat kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan vokasi," kata Airlangga.

Kerja sama Litbang

Pada 2017, Kemenperin mencatat nilai investasi Jerman di Indonesia pada sektor manufaktur sebesar USD79,3 juta dengan total 108 proyek, atau naik jika dibandingkan dengan pencapaian investasi 2016 yang sebesar USD58,5 juta dengan 59 proyek. Proyek investasi Jerman didominasi sektor industri baja dan mesin, kimia dan farmasi, serta otomotif.

Pada kesempatan itu, Menperin juga menjajaki kerja sama dengan lembaga riset terkemuka asal Jerman, The Fraunhofer Institute for Production Systems and Design Technology IPK. Kerja sama itu dalam rangka peningkatan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) di Indonesia.

Airlangga mengatakan rencana kerja sama akan direalisasikan melalui penandatanganan nota kesepahaman di Indonesia dalam waktu dekat. (Media Indonesia)

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360