Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.

Erick Thohir Belum Berminat Tawari Sandiaga Uno di BUMN

Ekonomi kementerian bumn Pergantian Direksi BUMN
Suci Sedya Utami • 20 November 2019 13:33
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan hingga saat ini belum berencana menawarkan nama mantan Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebagai salah satu direksi di perusahaan BUMN.
 
"Sampai saat ini belum ada," kata Staf Ahli Menteri BUMN Arya Sinulingga di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu, 20 November 2019.
 
Lagi pula Arya ragu Sandiaga berminat jika ditawarkan untuk menjabat di kursi direksi di perusahaan pelat merah. Sebab, Arya bilang Sandiaga pun telah memiliki perusahaaan pribadi yang berjumlah banyak.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secara terpisah, Sandiaga dengan tegas menolak untuk ikut bergabung dalam direksi di perusahaan BUMN. Mantan wakil Gubernur DKI Jakarta ini memastikan bakal berkecimpung di dunia ekonomi sekaligus politik bersama Partai Gerindra.
 
Sandi paham konsekuensi yang mesti diterima saat menerima tawaran berada di perusahaan pelat merah. Artinya, jabatan di partai politik mesti ia lepaskan terlebih dahulu dan hal itu bukan menjadi pilihan Sandiaga.
 
"Saya sampaikan BUMN itu tempat yang harus betul-betul tidak berpolitik, sebagai kader dari Gerindra saya sampaikan kepada Pak Erick bahwa BUMN ini akan sangat disorot karena stakeholder ini punya rakyat," kata Sandi ditemui usai menghadiri Indonesia Economic Forum di Hotel JW Marriott Mega Kuningan, Jakarta, Rabu, 20 November 2019.
 
Sandi mengaku bakal lebih banyak menghabiskan waktu sebagai kader partai. Langkah itu bahkan telah dijabarkan kepada Menteri BUMN Erick Thohir agar BUMN ditangani orang yang tepat.
 
"Jadi jangan dia nanti pusing karena aspek politik nanti yang mendominasi," ungkapnya.
 
Calon wakil presiden di Pemilu 2019 ini menyampaikan BUMN wajib dikelola talenta dengan kemampuan profesionalitas yang tinggi. Ia yakin Indonesia tak kekurangan sosok yang pantas untuk dipilih.
 
Berkontribusi untuk negara, kata Sandi, tak mesti dilakukan dengan menjadi menteri di pemerintahan atau masuk ke perusahaan BUMN. Menurutnya, saat ini pengelolaan negara terutama ekonomi sudah berada di jalur yang tepat.
 
"Di mana pun kita berada, profesional yang pergi sehari-hari ke kantor dan teman-teman media yang terus mengkover dengan independen. Para milenial di sektor ekonomi kreatif, emak-emak yang kembangkan UMKM itu juga berkontribusi," jelas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif