NEWSTICKER
Ilustrasi produk sarang burung walet. FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana.
Ilustrasi produk sarang burung walet. FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana.

Kemendag Ultimatum Perdagangan Ilegal Sarang Burung Walet

Ekonomi kementerian perdagangan Sarang Burung Walet
Ilham wibowo • 17 Oktober 2019 10:33
Tangerang Selatan: Kementerian Perdagangan (Kemendag) bakal memberantas perdagangan ilegal sarang burung walet di Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai upaya peningkatkan ekspor produk potensial.
 
Hal ini diungkapkan Menteri Perdagangan saat menghadiri Indonesia-China Birds Nest Business Forum di sela gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Kamis, 17 Oktober 2019.
 
"Saya mengajak pelaku usaha sarang burung walet untuk menghentikan penjualan secara ilegal. Pemerintah akan menindak tegas pelaku usaha yang masih memperdagangkan komoditas ini secara ilegal," ujar Enggar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, sarang burung walet merupakan salah satu produk potensial Indonesia. Perdagangan sarang burung di dunia diperkirakan mencapai 210 ton per tahun atau setara USD1,6 miliar. Dari jumlah tersebut, sepertiganya berasal dari Indonesia.
 
Saat ini, Indonesia merupakan penghasil sarang burung walet terbesar di dunia. Pada 2018, Indonesia memproduksi sekitar 40 persen dari total produksi di dunia dan ekspor Indonesia ke dunia mencapai USD291 juta.
 
Sementara itu, Tiongkok merupakan negara dengan konsumsi sarang burung walet terbesar di dunia. Pada semester pertama 2019, Tiongkok mengimpor 557 ton sarang burung walet atau sekitar USD 115 juta dan 60 persennya didatangkan dari Indonesia.
 
Namun demikian, nilai perdagangan Indonesia dengan Tiongkok untuk komoditas sarang burung walet tidak tercatat dengan baik. Terjadi perbedaan yang cukup signifikan antara nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok dengan nilai impor Tiongkok dari Indonesia untuk produk ini.
 
"Ekspor sarang burung walet dari Indonesia ke Tiongkok tercatat sebesar lima persen. Sedangkan nilai impor sarang burung Tiongkok dari Indonesia tercatat sebesar 80 persen," ucap Enggar.
 
Pemerintah Indonesia, lanjut Mendag, akan bekerja sama dengan Pemerintah Tiongkok untuk memberantas tindakan perdagangan ilegal sarang burung walet. Selain itu, pemerintah pusat dan daerah akan terus meningkatkan kerja sama dalam pengawasan perdagangan sarang burung walet.
 
"Diharapkan pelaku usaha sarang burung walet dapat mematuhi ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan ekspor komoditas ini yang nantinya akan meningkatkan devisa negara," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif