Ilustrasi. FOTO: Dok MI
Ilustrasi. FOTO: Dok MI

OJK: SDM Masih Jadi Masalah BPR

Ekonomi ojk perbankan bank perkreditan rakyat (bpr)
Antara • 07 Januari 2020 11:01
Solo: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan Sumber Daya Manusia (SDM) masih menjadi masalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) untuk bisa berkembang. Persoalan SDM ini menjadi penting segera diselesaikan agar BPR bisa meningkatkan daya saingnya di tengah sengitnya persaingan.
 
"Kami sudah menyusun masterplan untuk memperkuat sektor jasa keuangan, termasuk BPR dan BPRS," kata Kepala Bagian Pengawasan Bank OJK Surakarta Dinavia Tri Riandari, seperti dikutip dari Antara, di Solo, Selasa, 7 Januari 2020.
 
Ia mengatakan dari hasil survei yang dilakukan oleh OJK beberapa waktu lalu, sektor SDM masih menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga keuangan tersebut. "SDM ini penting terkait akselerasi peningkatan literasi keuangan di kalangan masyarakat. Dalam hal ini, tujuannya untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat," tuturnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, pihaknya mencatat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tingkat literasi keuangan pada 2019 menunjukkan kenaikan, yaitu dari 29,7 persen di 2018 naik menjadi 38,03 persen pada 2019.
 
Sedangkan dari sisi inklusi keuangan, dikatakannya, pada periode yang sama juga ada kenaikan, yaitu dari 67,8 persen pada 2018 naik menjadi 76,19 persen di 2019. "Harapan kami dengan adanya peningkatan SDM, BPR bisa lebih berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dalam negeri," ucapnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Kepala BI Kantor Perwakilan Surakarta Bambang Pramono mengatakan BPR dituntut menyesuaikan teknologi dan SDM yang ada. Menurut dia, jika dilihat dari sisi pasar, BPR bisa mengoptimalkan daerah sekitar.
 
"BPR yang justru memahami karakteristik daerah dengan baik termasuk pengusaha kecil sehingga harusnya dalam memberikan kredit, BPR bisa lebih cepat dibandingkan perbankan yang lebih terpusat," tukasnya.
 
Menurut dia, salah satu keunggulan BPR adalah lebih dekat dengan masyarakat. Dalam hal ini, dikatakannya, BPR bisa ikut memantau perkembangan pemberdayaan masyarakat. "Nanti dilihat, kelompok mana yang bagus dan bisa menyalurkan kreditnya," pungkasnya.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif