Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Arlinda - - Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Arlinda - - Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

Intelijen Pasar Kunci Utama Peningkatan Ekspor

Ekonomi kementerian perdagangan target ekspor
Ilham wibowo • 26 Juli 2019 17:20
Jakarta: Peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar global perlu terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan kinerja ekspor. Permintaan pasar mancanegara hanya akan hadir dan bisa dimanfaatkan maksimal saat dikenali.
 
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda mengatakan peningkatan daya saing produk perlu dengan mempertajam metode penggalian informasi pasar secara langsung dari tangan pertama yaitu buyers, tenaga ahli dan sumber-sumber terkait. Penajaman manajemen pasar juga bisa dilakukan melalui sarana pameran dagang bertaraf internasional.
 
"Intelijen pasar yang baik merupakan kunci utama pengembangan pasar untuk produk barang dan jasa Indonesia serta dasar menjalankan strategi memenangkan persaingan perdagangan internasional," kata Arlinda melalui keterangan resmi, Jumat, 26 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Arlinda, informasi mengenai perkembangan pasar dan berbagai latar belakang terbentuknya sebuah permintaan pasar tidak mudah ditemukan. Diperlukan pendalaman dari sumber-sumber yang memang memiliki kecakapan dan pengetahuan di bidangnya.
 
"Dalam menghadapi tantangan dalam meningkatkan ekspor Indonesia, perwakilan perdagangan Indonesia diharapkan memperkuat perannya melalui reorientasi fungsi perwakilan perdagangan dari agen pemerintah menjadi agen bisnis dan intelijen bisnis," ungkapnya.
 
Lokakarya intelijen pasar telah digelar bagi 24 perwakilan perdagangan yaitu Atase Perdagangan, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), dan beberapa fungsi ekonomi Perwakilan RI seluruh dunia di Den Haag, Belanda. Para pejabat perwakilan perdagangan RI yang mendapat amanah perlu mengetahui dan mempraktikkan teknik mendapatkan informasi yang tepat dan akurat.
 
"Kemendag memahami bahwa riset pasar yang berkualitas berperan penting pada peningkatan kinerja ekspor yang menjadi salah satu tugas utama perwakilan perdagangan di luar negeri," ujar Arlinda.
 
Lokakarya ini merupakan kerja sama antara Direktorat Jenderal PEN dengan the Center for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI) Belanda. Sinergi Ditjen PEN dengan CBI ini telah berlangsung sejak 2014-2017. Pada saat itu, sinergi keduanya dimaksudkan untuk mendorong ekspor produk bahan makanan ke pasar Eropa.
 
Sebelumnya, Kemendag dan CBI telah mendorong para pelaku usaha produk bahan makanan yang mengekspor ke pasar Eropa. Indonesia menawarkan berbagai macam produk tersebut dan memiliki potensi untuk bersaing dengan produk kalangan kelas atas.
 
Bersamaan dengan penyelenggaraan lokakarya, Kemendag juga melakukan kerja sama dengan CBI untuk mengembangkan produk-produk dekorasi rumah agar bisa masuk ke pasar Eropa. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Kemendag dengan CBI.
 
"Secara umum, tren ekspor produk dekorasi rumah Indonesia ke Uni Eropa masih harus terus digenjot ekspornya. Sehingga, intelijen pasar berguna mencari peluang pasar dan Kemendag bisa terus menjaga dan meningkatkan kerja sama yang baik juga memberikan manfaat yang berkelanjutan," tutup Arlinda
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif