Illustrasi. Dok : MI/Liliek.
Illustrasi. Dok : MI/Liliek.

LinkAja Bantu Lacak Penerima LPG dan BBM Subsidi

Ekonomi LinkAja
Suci Sedya Utami • 04 Juli 2019 16:25
Jakarta: Layanan keuangan berbasis elektronik LinkAja bakal membantu pemerintah untuk melacak penerima atau penggunaan liquified petroleum gas (LPG) dan bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
 
Selama ini distribusi BBM Solar dan LPG 3 kg dianggap masih belum tepat sasaran. Sebab dalam implementasinya masih banyak kebocoran subsidi yang sebenarnya ditujukan pada masyarakat yang tidak layak menerima.
 
CEO LinkAja Danu Wicaksana mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) yang juga menjadi pemilik saham LinkAja untuk menggodok salah satu tujuan dari kerja sama keduanya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kerja sama LinkAja dan Pertamina akan membuat konsumen bisa menggunakan layanan LinkAja sebagai alat pembayaran ketika membeli produk Pertamina misalnya isi bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU).
 
"Kita sedang kordinasi dengan Pertamina untuk memastikan ke depan penggunaan noncash di SPBU dan SPBG meningkat, dan kita bisa melakukan tracking siapa pembeli subsidi contohnya LPG kg, solar dan sebagainnya," kata Danu dalam bincang santai di LinkAja Headquarters, Energi Building, Jakarta Selatan, Kamis, 4 Juli 2019.
 
Danu mengatakan nantinya hanya nomor-nomor tertentu sebagai penerima subsidi yang terdaftar di pemerintah yang bisa menggunakan layanan LinkAja untuk membeli produk subsidi tersebut. Ia mengatakan bila hal ini berjalan, maka dampaknya akan baik untuk mengetahui pembeli produk subsidi yang seharusnya tidak berhak menerima.
 
"Jadi hanya nomor-nomor tertentu yang bisa beli subsidi LPG 3 kg, itu yang ada nomor-nomor dari pemerintah. Jadi (subsidinya) enggak bocor ke yang lain," jelas Danu.
 
Sebelumnya LinkAja resmi diluncurkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu, 30 Juni 2019. LinkAja memiliki misi untuk memberikan akses layanan keuangan yang menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
 
LinkAja diluncurkan dalam rangka mendorong peningkatan inklusi keuangan dan suksesnya Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT). LinkAja ingin menawarkan layanan pembayaran digital yang berbeda dari produk lain yang sudah ada di pasar saat ini, berfokus pada pemenuhan kebutuhan esensial masyarakat.
 
"Salah satunya adalah melalui program digitalisasi SPBU bersama Pertamina," ujar Danu.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif