Ilustrasi Subaru WRX STI S209. FOTO: AFP.
Ilustrasi Subaru WRX STI S209. FOTO: AFP.

Mobil Subaru Tak Layak Jadi Kendaraan Dinas Kementerian

Ekonomi Mobil Dinas Menteri bea cukai Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
Desi Angriani • 04 Oktober 2019 19:32
Jakarta: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melelang sebanyak 169 unit mobil Subaru. Ratusan unit mobil itu disita karena tagihan audit bea cukai tidak terbayar.
 
Menurut Direktur Jenderal Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata, mobil Subaru tak layak menjadi kendaraan dinas kementerian karena biaya perawatannya mahal.
 
"Kalau mobil Subaru itu perawatannya murah, ya kita tetapkan sebagai mobil dinas," ujarnya di Gedung DJKN, Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 4 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena itu, ratusan mobil tersebut dilelang secara terbuka kepada publik. Sistem lelangnya akan dilakukan dengan batas harga yang lebih terjangkau.
 
"Kalau nanti lelang mobil itu enggak laku, nanti bisa lelang lagi dengan limit tawaran yang disesuaikan," terangnya.
 
Adapun ketentuan jaminan lelang mobil Subaru ini mulai dari Rp24 juta-Rp90 juta. Untuk limitnya, dimulai dari Rp90 juta-Rp300 juta. Uang jaminan paling lambat dibayar per 8 Oktober 2019, atau satu hari sebelum lelang.
 
Selanjutnya, pemenang lelang wajib melakukan pelunasan secara tunai paling lambat lima hari kerja setelah lelang. Daftar lelang belum bersama dengan biaya pengurusan STNK dan registrasi pajak.
 
Beberapa mobil Subaru yang hendak dilelang ialah model Subaru XV, Subaru BRZ, Subaru Exiga, Subaru Forester, Subaru Legacy, Subaru Impreza, Subaru Outback, dan Subaru WRX.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif