Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Menyelaraskan Industrialisasi dengan SDM

Ekonomi bappenas pertumbuhan industri
Eko Nordiansyah • 08 Februari 2019 15:20
Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menyebutkan salah satu syarat agar industrialisasi di Indonesia bisa berhasil. Syarat yang diperlukan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi kebutuhan industri.
 
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan investor tidak akan ragu menanamkan modalnya di Indonesia jika tenaga kerja yang dimiliki bisa menjalankan industri manufaktur. Sayangnya saat ini baru sedikit tenaga kerja yang memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan industri.
 
"Intinya adalah kita ingin meningkatkan produktivitas tenaga kerja kita, sekarang yang sudah produktif mereka enggak ada isu (sulit tenaga kerja), karena upahnya juga sudah di atas Upah Minimum Regional (UMR)," kata dia di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat, 8 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini pekerja di Indonesia memang masih didominasi oleh tenaga kerja yang memiliki keahlian rendah. Di sektor manufaktur sebanyak 90,45 persen tenaga kerja memiliki skill rendah, sedangkan 6,52 persen yang semi skilled, dan hanya 3,03 persen yang memiliki skill mumpuni.
 
Sementara di sektor agrikultur, sebanyak 99,41 persen tenaga kerjanya memiliki skill rendah, 0,47 persen semi skilled, serta 0,13 persen yang skilled. Di sektor jasa sebanyak 32,90 persen tenaga kerja memiliki skill rendah, 52,47 persen semi skilled, dan 14,36 persennya merupakan skilled.
 
"Karena itu penekanan studi ini bagaimana kita meningkatkan produktivitas yang dibarengi dengan revolusi industri 4.0. Dengan tenaga kerja yang adaptif maka kita akan punya produktivitas yang sangat tinggi. Kalau itu yang terjadi saya yakin investor manapun tidak akan ragu," jelas dia.
 
Dalam studi ADB-Bappenas di buku 'Kebijakan untuk Mendukung Pembangunan Sektor Manufaktur di Indonesia 2020-2024' menunjukkan bagaimana ekonomi Indonesia dapat tumbuh di kisaran tujuh persen di masa depan. Hal yang menjadi penting adalah upaya diversifikasi dan meningkatkan sektor manufaktur.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif