Ilustrasi petani jagung. (FOTO: Media Indonesia)
Ilustrasi petani jagung. (FOTO: Media Indonesia)

Menko Darmin Ungkap Alasan Impor Jagung di Musim Panen

Ekonomi jagung
Eko Nordiansyah • 22 Januari 2019 18:30
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan alasan pemerintah mengimpor jagung di saat musim panen akan tiba. Menurut Darmin harga jagung masih tinggi karena stoknya kurang.
 
"Meskipun pada (musim) panen, panen berapa banyak? Pertanyaannya kan begitu. Kalau banyak dan melimpah harga sudah jatuh," kata dia di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa, 22 Januari 2019.
 
Dirinya menambahkan, tingginya harga jagung memengaruhi peternak ayam. Para peternak ayam mengeluhkan sulitnya mendapatkan jagung sebagai pakan ternak, sehingga impor menjadi jalan terbaik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau harga mahal, itu berarti kurang jagungnya. Memang bisa disembunyikan? Urusan pengurus pasar. Kalau harga tinggi masih kurang (stoknya), jangan kemudian 'oh impor'. Syukur ada impor ini kalau enggak harganya bisa Rp8.000," jelas dia.
 
Darmin menyebutkan banyak peternak kecil yang kesulitan mendapatkan jagung untuk pakan ternak. Sementara peternak dengan skala besar sudah memiliki gudang sebagai penyimpanan stok jagung mereka.
 
Pemerintah sebelumnya mengimpor sebanyak 1,1 juta ton jagung pada 2016, kemudian menghentikan impor pada 2017. Pada Desember 2018, pemerintah membuka impor jagung sebanyak 100 ribu ton dan menugaskannya kepada Perum Bulog.
 
Setelah itu, pada 2 Januari 2019 dalam rapat koodinasi terbatas di Kemenko Perekonomian, pemerintah kembali mengeluarkan izin impor jagung pakan sebanyak 30 ribu ton. Melalui penambahan impor jagung, jumlah keseluruhan impor jagung tercatat mencapai 130 ribu ton.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif