Vice Chairman EuroCham Wichard Von Harrach. Medcom/Ilham Wibowo.
Vice Chairman EuroCham Wichard Von Harrach. Medcom/Ilham Wibowo.

Pengusaha Uni Eropa Tunggu Realisasi I-EU CEPA

Ekonomi indonesia-uni eropa
Ilham wibowo • 24 Juli 2019 15:31
Jakarta: Perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) dinilai perlu diwujudkan untuk menjaga momentum peningkatan investasi. Kemitraan yang dilakukan memungkinkan beragam kesempatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia dan Uni Eropa.
 
Vice Chairman EuroCham Wichard Von Harrach mengatakan pengusaha di Uni Eropa banyak yang ingin berinvestasi di Indonesia dengan banyaknya alasan positif. Implemetasi I-EU CEPA pun bakal memperkuat keinginan dalam mendapatkan kepastian dan perlindungan berinvestasi.
 
"Kami butuh ini (I-EU CEPA) untuk konsentrasi frame work, harus ada kesepakatan proteksi investasi, sekarang standar dimana-mana," kata Wichard ditemui dalam sebuah diskusi di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


I-EU CEPA akan memberikan kerangka kerja yang Iebih kuat bagi perdagangan bilateral, dan hubungan investasi, serta menciptakan akses pasar baru untuk UE dan Indonesia. Kesepakatan ini juga akan membawa investasi modal dan transfer teknologi canggih serta pengetahuan yang penting bagi pengembangan keterampilan sumber daya manusia di Indonesia.
 
"Ini untuk masa depan, tidak ada kontrak seperti itu maka investor tidak mempertimbangkan Indonesia, semua berharap ini termasuk ada di I-EU CEPA," ungkapnya.
 
Pada 2018, nilai ekspor dan impor Indonesia ke Uni Eropa masing-masing sebesar USD17,1 miliar dan USD14,1 miliar. Adapun total perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa mencapai USD 31,2 miliar atau meningkat 8,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 (YoY).
 
Uni Eropa pun tercatat merupakan tujuan ekspor dan asal impor nonmigas terbesar ke-3 bagi Indonesia. Ekspor Indonesia ke Uni Eropa meningkat 4,59 persen dengan neraca perdagangan surplus bagi Indonesia selama kurun waktu lima tahun terakhir. Sementara nilai investasi Uni Eropa di Indonesia tercatat senilai USD3,2 miliar pada 2017.
 
Wichard menuturkan momentum pertumbuhan terebut perlu dijaga agar berkelanjutan. Pasalnya, Indonesia dihadapkan dengan tantangan persaingan dengan negara seperti Vietnam dan Thailand yang saat ini lebih agresif menghadirkan investasi dari UE.
 
"Indonesia negara terpenting di ASEAN, untuk Eropa nomor satu, tapi perlu waktu untuk jelaskan kesepakatan. Vietnam cepat untuk investasi karena fokus pada finalisasi perjanjian," ungkapnya.
 
Dia menjelaskan negosiasi I-EU CEPA saat ini memasuki putaran kedelapan. Pembahasan rencananya bakal merampungkan isu terkait sistem pengadilan persaingan dan investasi.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif