Pihak KLHK saat berkampanye penggunaan kantong plastik. (FOTO: dok MI)
Pihak KLHK saat berkampanye penggunaan kantong plastik. (FOTO: dok MI)

Cukai Efektif Kurangi Konsumsi Kantong Plastik

Ekonomi Cukai Plastik
Desi Angriani • 12 Juli 2019 14:40
Jakarta: Pemerintah menyebut penerapan tarif cukai plastik akan efektif mengurangi konsumsi kantong plastik dalam negeri. Hal ini tercermin dari penurunan konsumsi plastik sebesar 20 sampai 30 persen sejak Aprindo menetapkan kebijakan Kantong Plastik Tak Gratis (KPTG) per Maret lalu.
 
"Turunnya sekitar 25-30 persen data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)," ujar Kepala Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai Nasrudin Joko Surjono dalam jumpa pers di Gedung Juanda, Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 12 Juli 2019.
 
Menurutnya kebijakan cukai plastik efektif untuk mengendalikan karena memiliki kewenangan dalam melakukan kontrol fisik atas barang. Penerapan kantong berbayar di Inggris pun berhasil mengurangi konsumsi kantong kresek karena harga yang harus dikeluarkan lebih mahal dari harga barang.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di Inggris juga langsung konsumsi kantong kresek turun," imbuh dia.
 
Ia menambahkan besaran tarif cukai nantinya dapat disesuaikan dengan karakter barangnya. Jenis kantong plastik yang dikenakan cukai ialah petroleum-base yakni, bijih plastik yang diperoleh dari minyak bumi.
 
Bijih plastik ini juga terbagi menjadi dua ketegori yaitu bijih plastik virgin dengan waktu penguraian lebih dari 100 tahun dan bijih plastik oxodegradable dengan lama waktu pengurangan maksimal tiga tahun.
 
"Semakin ramah lingkungan atau mudah terurai, maka semakin rendah tarif cukainya," tuturnya.
 
Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara BKF Rofyanto Kurniawan menambahkan penerapan tarif cukai plastik juga diyakini menumbuhkan industri sampingan untuk menggantikan penggunaan kantong kresek seperti di Irlandia.
 
"Ekonomi pasti akan bergerak ada peluang tantangan muncul ada industri substitusi," katanya.
 
Adapun pemerintah mengusulkan tarif cukai plastik sebesar Rp30 ribu per kilogram (kg) atau Rp200 per lembar demi menekan penggunaan kantong plastik dalam negeri. Hal ini dikarenakan 62 persen dari sampah plastik Indonesia adalah kantong plastik.
 
Apalagi Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara penghasil sampah plastik ke laut terbesar di dunia. Berdasarkan KLHK 90 ribu gerai ritel modern di Tanah Air menghasilkan 9,85 miliar lembar sampah kantong plastik per tahun.
 
Komposisi sampah plastik di Indonesia juga meningkat seiring tingginya konsumsi kantong plastik. Sampah plastik pada 2013 menyumbang 14 persen dari total sampah di Indonesia. Angka tersebut naik menjadi 16 persen pada 2016.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif