Ilustrasi. FOTO: MI/Ramdani
Ilustrasi. FOTO: MI/Ramdani

Dana Desa Belum Maksimal Turunkan Kemiskinan di Pedesaan

Ekonomi kemiskinan dana desa
Nia Deviyana • 16 Januari 2020 18:50
Jakarta: Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai program dana desa yang selama ini dijalankan belum memberikan dampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan di pedesaan. Meskipun ada tingkat kemiskinan di pedesaan mengalami penurunan.
 
Peneliti Indef Riza Annisa Pujarama mengatakan dana desa sebagai salah satu instrumen untuk mengatasi kemiskinan di perdesaan, belum efektif dalam mengurangi penurunan tingkat kemiskinan. Apalagi angka kemiskinan di perdesaan masih lebih tinggi dibandingkan dengan perkotaan.
 
"Hal ini disebabkan karena dana desa masih banyak digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan dan saluran irigasi. Sementara itu program pemberdayaan ekonomi yang berfokus pada pengentasan kemiskinan belum banyak tersentuh," kata dia di Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat sebanyak 60,23 persen dari total jumlah penduduk miskin tinggal di wilayah perdesaan, sementara 39,77 persen tinggal di perkotaan. Secara keseluruhan angka kemiskinan di Indonesia pada September 2019 sebesar 9,22 persen.
 
Dirinya menambahkan, tingkat penurunan kemiskinan di perdesaan sejak keluarnya dana desa di 2015 tidak jauh berbeda dengan sebelum adanya dana desa di kisaran dua sampai lima persen. Menurut dia, dana desa ke depannya harus dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi di pedesaan.
 
"Sehingga sudah saatnya alokasi dana desa dialihkan sebagian untuk program pemberdayaan ekonomi, dengan begitu penurunan angka kemiskinan akan lebih nendang," ungkapnya.
 
Untuk mendukung pemberdayaan ekonomi maka diperlukan pendampingan, pelatihan dan pengawasan intensif. Dengan demikian dirinya menyarankan perlu ada perbaikan kapasitas perangkat desa sekaligus peningkatan kapasitas SDM masyarakat desa.
 
"Basis ekonomi perdesaan rata-rata adalah pertanian, namun hingga saat ini masih banyak yang dilakukan dengan cara-cara konvensional sehingga produktivitasnya rendah. Untuk mengatasinya maka dapat dilakukan pengembangan teknik bertani agar produktivitas meningkat," pungkas dia.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif