Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.
Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.

Pengusaha Ritel Minta Pemprov DKI Serius Tangani Banjir

Ekonomi ritel Jakarta Banjir
Ilham wibowo • 03 Januari 2020 17:46
Jakarta: Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan bencana banjir yang melanda wilayah DKI Jakarta mesti ditangani dengan serius. Lumpuhnya transkasi dari konsumsi masyarakat terhadap kebutuhan primer bakal berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi.
 
Hingga saat ini, dorongan terbesar dari pertumbuhan ekonomi Indonesia berasal dari sektor konsumsi rumah tangga. Sumbangannya tercatat mencapai 55 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) di setiap tahun.
 
"Keseriusan Pemprov DKI Jakarta menormalkan banjir ini diperlukan agar tidak terulang kembali," kata Roy kepada Medcom.id, Jumat, 3 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan ritel merupakan sektor yang paling terpukul akibat banjir. Khusus wilayah DKI Jakarta saja, ada 300 toko dari anggota Aprindo yang terdampak langsung luapan air. Belum lagi toko yang berada di mal yang sepi pembeli lantaran konsumen dan karyawannya menjadi korban banjir.
 
"Pelaku usaha ini berkaitan dengan kita bekerja, berkarya, dan berinvestasi untuk kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.
 
Total kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 triliun per hari bila dihitung dengan potensi jumlah pembeli yang tinggi lantaran memasuki masa puncak di awal tahun baru. Kerugian juga diperparah lantaran aset penting yang mengalami kerusakan seperti peralatan elektronik seperti mesin pendingin dan alat pembayaran.
 
"Kemudian potensi terhadap kerugian perusahaan seperti misalnya tenaga kerja tidak masuk karena harus kita lindungi juga dari bahaya banjir, tapi kan kita harus tetap menggaji mereka pada akhir bulan, sementara produktivitas mereka jelas berkurang karena adanya dampak banjir ini," paparnya.
 
Roy meminta perhatian Pemerintah DKI Jakarta untuk bisa menjamin warganya tetap beraktivitas dan pengusaha bisa tenang menjalankan roda perekonomian. Jangan sampai, kata dia, kejadian yang mestinya bisa diantisipasi dengan kebijakan yang tepat dan bersinergi malah terus berulang.
 
Dibutuhkan waktu yang tak sebentar agar toko ritel bisa beraktivitas normal seperti semula usai kebanjiran. Selain memastikan produk yang terendam air aman dikonsumsi, aset fasilitas seperti supermarket juga perlu terlebih dahulu diperbaiki paling cepat enam hari.
 
"Kami imbau serius lah Pemprov DKI kinerjanya menangani banjir, mungkin yang lain bisa ditinggalkan karena prediksi masih ada dua bulan lagi musim hujan dan cuaca ekstrem. Kalau perlu semua civitas daripada Pemprov baik di kotamadya maupun pusat hanya untuk kerjakan solusi penanggulangan banjir," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif