Analis Bank Eksekutif Divisi Spesialis Analisis Profil Industri Departemen Pengembangan Pengawasan dan Manajemen Krisis OJK, Aslan Lubis. (FOTO: MTVN/Arif Wicaksono)
Analis Bank Eksekutif Divisi Spesialis Analisis Profil Industri Departemen Pengembangan Pengawasan dan Manajemen Krisis OJK, Aslan Lubis. (FOTO: MTVN/Arif Wicaksono)

Penurunan Suku Bunga Deposito Memperkuat Kesehatan Perbankan

Arif Wicaksono • 28 Agustus 2016 09:23
medcom.id, Malang: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menuturkan penurunan suku bunga deposito melalui kebijakan 7 days repo yang menggantikan instrumen BI rate akan memperkuat kesehatan perbankan.
 
Secara otomatis porsi deposito akan menurun dan tergantikan dengan pertumbuhan tabungan. Investor akan mengalihkan dananya ke instrumen lain dan kemudian menaruhnya kembali ke perbankan.
 
“Itu yang dialami sementara, DPK memang turun hingga Juni tapi kesehatan perbankan meningkat karena biaya dana mereka akan turun sehingga akan beralih ke tabungan," kata Analis Bank Eksekutif Divisi Spesialis Analisis Profil Industri Departemen Pengembangan Pengawasan dan Manajemen Krisis OJK, Aslan Lubis, di Malang, Jawa Timur, Sabtu, 27 Agustus.

Dia menjelaskan penurunan deposito akan ikut menurunkan bunga kredit. Rendahnya suku bunga kredit akan membuat  masyarakat semakin banyak mengambil kredit untuk perumahan atau properti yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan kredit perbankan. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi perbankan.
 
"Kredit akan tumbuh karena sektor riil akan meningkat," jelas dia.
 
Pada Juni 2016, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan mencapai RpRp4.574 triliun atau tumbuh 5,90 persen secara year on year (yoy) untuk semester I-2016, angka ini lebih rendah ketimbang pertumbuhan yoy pada semester I-2015 yang mencapai 12,65 persen. Porsi deposito masih menghuni mayoritas dengan mencapai 45,54 persen, diikuti tabungan 31,02 persen, dan giro 23,44 persen.
 
Pertumbuhan kredit perbankan relatif melemah dalam batas terkendali dengan tumbuh 8,89 persen secara year on year (yoy) semester I-2016 dengan mencapai Rp4,168 triliun. Angka ini lebih rendah dari pertumbuhan 10,38 persen secara (yoy) semester I-2015 dengan tahun sebelumnya.
 
Ekspansi kredit mendorong kenaikan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebanyak 76 bps dengan mencapai 91,19 pada semester I-2016 dari posisi pada akhir tahun lalu. Kenaikan LDR menandakan fungsi intermediasi perbankan sudah semakin baik.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan