Maruara Sirait (tengah) (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Maruara Sirait (tengah) (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Legislator: Tumpang Tindih Wewenang Bikin OJK Tertekan

Eko Nordiansyah • 30 Juni 2015 17:57
medcom.id, Jakarta: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fraksi PDI-P Maruarar Sirait menilai kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tampak tumpang tindih dengan Bank Indonesia (BI) membuat OJK sedikit tertekan.
 
"Apa yang menjadi draf RUU BI yang ada akan terjadi lagi tekanan terhadap OJK. Padahal kita bersusah payah untuk membuat pengawasan yang terintegrasi untuk memberikan pengawasan, pembinaan, dan lainnya," ujar Maruara, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) OJK dengan Komisi XI DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (30/6/2015).
 
Tak hanya itu, Ara, biasa dirinya dipanggil bahkan menilai, terdapat komunikasi yang kurang baik antara OJK dengan BI. Hal ini sangat disayangkan karena DPR sangat mendukung fungsi dan tugas OJK, mengingat OJK lahir dari UU yang dikeluarkan oleh DPR.

"Saya yakin komunikasi dengan BI dan OJK komunikasi tidak baik. Ada tidak kebijakan, kalau ada bagaimana. Soal dukungan, DPR sangat mendukung OJK. Karena produk UU yang melahirkan lembaga OJK dari Komisi XI ini," terang dia.
 
Oleh karena itu, dirinya meminta agar OJK dan BI bekerja sama tidak hanya mengedepankan ego kelompok saja. "Tetapi siapa yang pimpin lembaga yang ada. Bisa tidak kerja sama. Bisa tidak bukan hanya ego sektoral saja, "pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan