Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra Atmawidjaja mengatakan sebanyak sembilan proyek bendungan dapat diselesaikan atau beroperasi tahun ini, yakni Bendungan Rotiklot di NTT, Bendungan Tanju, Mila, Bintang Bano di NTB, Bendungan Gondang dan Logung di Jawa Tengah, Bendungan Sei Gong di Batam, Bendungan Sindang Heula di Banten, serta Bendungan Paselloreng di Sulawesi Selatan.
"Ada sembilan bendungan tahun ini, yang paling deket Rotiklot. Rampung April ini," ucapnya di Gedung Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Senin, 29 Januari 2018.

Bila bendungan tersebut rampung, maka total kapasitas tampung dari sembilan bendungan ini mencapai 288 juta meter kubik (m3). Adapun biaya pembangunan sembilan bendungan ini mencapai Rp5,9 triliun.
Sebelumnya Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono mengatakan selesainya bendungan akan diikuti pembangunan jaringan irigasi yang mendapat suplai air langsung dari bendungan yang disebut irigasi premium.
"Dengan demikian, suplai air dari bendungan dapat dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah petani," imbuh Basuki.
Sebagai informasi, pada 2017, Kementerian PUPR telah merampungkan sebanyak delapan bendungan yakni Bendungan Rajui dan Payaseunara di Aceh, Jatigede di Jawa Barat, Bajulmati dan Nipah di Jawa Timur, Titab di Bali, Raknamo di NTT serta Teritip di Kalimantan Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News