Adapun sejak Juni 2014, PLN telah mengoperasikan saluran kabel laut tegangan tinggi (SKLT) Banyuwangi-Gilimanuk sirkuit 3 dan 4. Kabel laut ini melengkapi kabel laut sirkuit 1 dan 2 yang telah beroperasi sebelumnya.
"Kabel laut ini masih dapat dimaksimalkan untuk menyalurkan listrik hingga 350 mw," ungkap Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto, dalam siaran persnya, Sabtu (23/8/2014).
Selain bertujuan memperkuat pasokan listrik di sistem Bali, dengan kehadiran SKLT sirkuit 3 dan 4 ini PLN secara signifikan dapat menurunkan 40 persen penggunaan bahan bakar minyak di Bali, dari semula 84.000 kilo liter per bulan menjadi 53.000 kilo liter per bulan atau setara dengan penghematan senilai Rp270 miliar per bulan.
Setelah menyalurkan listrik dari Jawa ke Bali secara maksimal sebesar 350 mw, maka potensi penghematannya mencapai sekitar Rp400 miliar per bulan.
"Seiring bertambahnya pasokan listrik dari Jawa ke Bali dengan dioperasikannya SKLT 3 dan 4, PLN sekaligus menghentikan pengoperasian PLTD Pemaron (sewa) berkapasitas 125 mw yang selama ini menggunakan BBM," tambah Bambang.
Hal ini merupakan bentuk nyata dari upaya PLN yang terus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan BBM untuk kebutuhan pembangkit listrik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News