Ilustrasi. (FOTO: MI/Immanuel)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Immanuel)

2019, BPTJ Bidik Semua Pembayaran Tiket dengan Nontunai

Ekonomi transaksi non tunai transportasi
Nia Deviyana • 01 Januari 2019 09:30
Jakarta: Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menargetkan seluruh pembayaran moda transportasi sudah menggunakan nontunai pada 2019. Tidak hanya Commuterline dan Transjakarta, tetapi juga MRT, LRT, dan bus di bawah manajemen Perum PPD seperti Transjabodetabek.

"Jadi diharapkan (2019) sudah enggak ada tunai lagi, semua moda sudah pakai kartu," ujar Kepala BPTJ Bambang Prihartono di Stasiun Sudirman, Jakarta, Senin, 31 Desember 2018.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pre-launching integrasi kartu pembayaran elektronik transportasi antara PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dengan Perum PPD. Dengan demikian masyarakat hanya butuh satu kartu saja untuk naik commuterline dan bus Transjabodetabek.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Ini menjadi komitmen pemerintah untuk serius menerapkan sistem ticketing secara terintegrasi," kata dia. Kartu yang diterapkan adalah kartu multitrip (KMT) dan kartu elektronik yang dikeluarkan bank seperti e-money, TapCash, Brizzi, dan Flazz. Saat ini, Bank Indonesia masih melakukan audit terkait kesiapan penyelenggara angkutan massal dalam hal penyediaan mesin pembayaran.

Untuk kartu elektronik yang dikeluarkan bank, masyarakat sudah bisa menggunakannya untuk naik commuterline maupun Transjabodetabek. Namun untuk KMT, kemungkinan baru akan terealisasi pada triwulan satu 2019.

Bambang mengatakan kartu-kartu ini nantinya juga akan diintegrasikan dengan MRT dan LRT.

"Ini awalnya antara PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dengan PPD dulu, ke depannya mau naik apa saja, LRT, MRT, atau bus antarkota kita integrasikan juga dengan satu kartu," pungkas dia.

Sistem integrasi antarmoda memang telah digaungkan sejak lama untuk memudahkan masyarakat menggunakan berbagai angkutan umum melalui satu kartu.

Bambang sebelumnya pernah mengungkapkan mekanisme pengintegrasian sebagai cara untuk mengurai kemacetan yang masih menjadi permasalahan Ibu Kota karena sebagian besar pekerja berasal dari Depok, Tangerang, dan Bekasi.

BPTJ mencatat sedikitnya 571 kendaraan keluar masuk dari Bekasi ke Jakarta dalam sehari. Kondisi ini tentu saja membuat lalu lintas di Jakarta bertambah padat. Kebijakan ganjil-genap, menurut Bambang tak bisa diimplementasikan terus menerus karena bisa memicu masyarakat untuk memiliki mobil lebih dari satu dengan plat berbeda.

 


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi