Kementerian Perhubungan - - Foto: Setkab
Kementerian Perhubungan - - Foto: Setkab

Kemenhub Panggil Maskapai Penerbangan Kaji Harga Tiket

Ekonomi bisnis maskapai kementerian perhubungan Avtur
Husen Miftahudin • 13 Februari 2019 13:06
Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama maskapai penerbangan tengah menghitung ulang tarif tiket pesawat terbang. Komponen harga avtur dalam tiket pesawat menjadi bahasan utamanya.
 
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Polana B. Pramesti mengatakan, pengkajian ulang komponen harga avtur terhadap tarif tiket pesawat dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Perhubungan dan Ditjen Perhubungan Udara.
 
"Litbang melakukan kajian hari ini dan besok memanggil airlines untuk melakukan perhitungan kembali terhadap tarif-tarif tersebut. Kemudian juga dari dari Direktorat Angkutan Udara juga hari ini pun sedang rapat dengan airline terhadap tarif," ujar Polana di kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penentuan harga avtur merupakan kewenangan Pertamina Aviation dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun dalam rapat Kemenhub dengan Pertamina Aviation, harga avtur disebut sudah kompetitif dan masih di bawah batas harga yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pehubungan (Permenhub) Nomor 14 Tahun 2016.
 
"Namun ada beberapa komponen harga yang sebenernya bisa diturunkan. Tapi itu bukan kewenangan kami di Perhubungan, nanti itu barangkali kewenangannya Pertamina atau Menteri ESDM," ungkap dia.
 
Bila harga avtur turun, sebutnya, otomatis komponen dalam harga tiket pesawat akan menyesuaikan. Namun demikian, harga tiket pesawat tak serta merta turun lantaran butuh kajian secara mendalam dan menyeluruh.
 
"Kalau harga avtur turun otomatis kan komponen-komponen biaya tadi kan berpengaruh, nanti kita lihat lakukan penyesuaian kembali. (Namun hitungan penyesuaian harga tiket bila avtur turun), saya belum bisa kasih info karena sekarang sedang dilakukan pengkajian," pungkas Polana.
 
Pertamina Aviation diduga memonopoli harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta. Kondisi itu merembet ke banyak persoalan, mulai dari kenaikan tarif tiket pesawat, penurunan jumlah penumpang maskapai penerbangan domestik, hingga anjloknya hunian hotel.
 

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif