Ilustrasi BUMN. Foto : Medcom.id.
Ilustrasi BUMN. Foto : Medcom.id.

Penangkap Imam Samudera Bertugas di Kementerian BUMN

Ekonomi bumn
Annisa ayu artanti • 04 Februari 2020 17:25
Jakarta: Staf Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga membeberkan alasan penunjukan sejumlah pejabat madya di lingkungan Kementerian BUMN.
 
Ia menyebut Irjen Pol Carlo Brix Tewu ditunjuk dan dilantik Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Deputi Bidang Hukum dan Perundang-undangan. Carlo akan betugas menyelesaikan konflik antar perusahaan pelat merah.
 
"Pak Carlo akan mengidentifikasi permasalahan-permaslahan BUMN," kata Arya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa, 4 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketegasan Carlo menjadi alasan menempatkan di posisi tersebut. Apalagi, kata Arya saat ini ada sekitar 20 perusahaan BUMN yang memiliki permasalahan antar perusahaan BUMN lainnya.
 
Keberadaaan Carlo diharapkan dapat mengidentifikasi permasalahan BUMN yang saat ini terjadi agar tidak masuk ke ranah hukum.
 
"Ada 20-an BUMN tuh bermasalah antar diri (BUMN) sendiri. Kalau bisa jangan sampai masuk ke ranah hukum," ucapnya.
 
Adapun beberapa konflik antar BUMN yang pernah terjadi adalah kasus Pelindo II dan KAI. Kedua perusahaan itu bersitegang terkait pembangunan jalur kereta api barang ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
 
Sebelum menjadi deputi bidang hukum dan perundang-undangan Kementerian BUMN, Carlo menjabat sebagai Deputi V Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenkopolhukam.
 
Selama kariernya Carlo banyak menangani kasus-kasus penting di Indonesia. Sampai pada 1999 Carlo pernah bertugas menangani pelanggaran HAM di Timor-Timor.
 
Kemudian, Carlo pernah menangani penangkapan Tommy Soeharto, putra pertama Presiden Soeharto pada 2001 lalu. Saat itu ia merupakan anggota Tim Kobra. Berkat sukses menangkap Tommy, Carlo termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa.
 
Selain itu, Carlo juga pernah menangkap teroris Imam Samudra di Pelabuhan Merak, Banten pada 2002. Saat itu Carlo termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa dan tergabung dalam tim Ditserse Polda Metro Jaya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif