NEWSTICKER
Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma
Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma

Korona Infeksi Pasar Saham, AAJI: Pemegang Polis Tidak Perlu Panik

Ekonomi Virus Korona Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)
Angga Bratadharma • 29 Februari 2020 06:09
Sentul: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai pemegang polis asuransi sebaiknya tidak panik sekarang ini meski sedang terjadi penurunan di bursa saham dan mewabahnya virus korona. Pasalnya, jika dilihat dalam konteks jangka panjang berinvestasi di asuransi jiwa tetap menguntungkan sejalan dengan penguatan pasar saham bila ditelisik ke belakang.
 
Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan pasar saham yang sedang turun sekarang ini tidak serta merta terus menurun. Menurutnya akan ada waktunya pasar saham kembali naik. Dengan kata lain, tidak ada alasan untuk investor untuk panik, termasuk pemegang polis ketika berinvestasi di perusahaan asuransi jiwa.
 
"Nasabah saya rasa beli asuransi bukan untuk setahun. Pasar saham ada up and down. Poin saya adalah ketika market turun, apakah (menyarankan pemegang polis asuransi) harus beli, jual, tambah, atau diinvestasikan di tempat lain? Saya tidak tahu. Tapi tidak ada alasan untuk panik," tuturnya, di Sentul, Jawa Barat, Jumat malam, 28 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan berinvestasi di perusahaan asuransi jiwa atau di pasar saham bila arahnya jangka panjang maka menguntungkan. Hal itu diperkuat jika melihat pergerakan pasar saham dalam periode 10 tahun ke belakang. Menurutnya, bila ditarik 10 tahun ke belakang, berinvestasi di pasar saham dan industri asuransi jiwa terlihat menguntungkan.
 
"Jadi nasabah tahu kalau berinvestasi ini jangka panjang (di industri asuransi jiwa). Kalau kita lihat 10 tahun ke belakang. Rata-rata menguntungkan karena memang sifatnya jangka panjang," ucapnya.
 
Di sisi lain, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengonfirmasi kasus pertama positif virus korona di negaranya. Dia mengatakan warga berusia 60 tahun itu kini dalam perawatan di Rumah Sakit Auckland. Jacinda mengatakan, negaranya sudah siap menghadapi virus yang telah menjangkiti puluhan ribu orang di seluruh dunia.
 
"Sebuah rencana pandemik sudah dilakukan di Selandia Baru. Kami telah mempersiapkannya dengan baik. Kami meluncurkan semua protokol seperti yang sudah kami duga," ungkapnya.
 
Kementerian Kesehatan mengatakan pasien berada di ruang tekanan negatif. "Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit," tutur mereka.
 
Pria tersebut merupakan warga permanen Selandia Baru yang habis melakukan perjalanan dari Iran. Dia diketahui terjangkit penyakit saat kembali ke rumahnya. "Orang ini tiba di Auckland pada 26 Februari dan pulang dengan mobil pribadi. Keluarganya sangat memperhatikan kondisinya dan menelepon Healthline," imbuh Kemenkes Selandia Baru.
 
Mereka menambahkan, rumah pria tersebut saat ini diisolasi sebagai bagian dari pencegahan. Selain itu, mereka juga tengah melacang orang yang berkontak langsung dengan pasien. "Termasuk pada penerbangan yang berasal dari Teheran, dan datang melalui Bali," pungkas mereka.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif