NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

AAJI Harap Lembaga Penjamin Polis Segera Dibentuk

Ekonomi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Lembaga Penjamin Polis
Angga Bratadharma • 28 Februari 2020 21:39
Sentul: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai Lembaga Penjamin Polis (LPP) seharusnya sudah terbentuk sekarang ini, karena merupakan amanah dari Undang-Undang (UU) Perasuransian. Dalam konteks ini, AAJI mendukung pembentukan LPP karena bisa memberikan perlindungan terhadap industri asuransi di Indonesia.
 
Kepala Departemen Keanggotaan dan Kepatuhan AAJI Apriliani Siregar membenarkan dalam UU Perasuransian diamanatkan pembentukan LPP. Namun, dalam pembentukan LPP tersebut harus ada Undang-Undang (UU) lain yang dibentuk sejak tiga tahun dikeluarkannya UU Perasuransian.
 
"Lembaga Penjamin Polis itu diamanatkan dalam UU (Perasuransian). Tapi harus UU lain yang mengatur dan harus ada sejak tiga tahun dikeluarkan UU Perasuransian. Artinya 2017 harusnya sudah ada LPP. Tapi sampai sekarang kan belum ada UU mengenai lembaga penjamin polis," tuturnya, dalam sebuah workshop, di Sentul, Jawa Barat, Jumat, 28 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyatakan AAJI sangat mendukung pembentukan LPP karena menjadi kepentingan bersama. Meski demikian, ia menekankan, jangan sampai pembentukan LPP justru memberikan beban terhadap perkembangan dan pertumbuhan industri asuransi jiwa. Dirinya berharapan keberadaan LPP nanti justru kian menyehatkan industri asuransi jiwa.
 
"Menurut pendapat saya LPP harus memberkian dukungan terhadap perkembangan industri asuransi jiwa yang sehat," ucapnya.
 
Lebih lanjut, ia menilai, perlu ada kriteria khusus untuk perusahaan asuransi jiwa membayar biaya jika LPP sudah terbentuk. Misalnya, yang menjadi peserta dari LPP adalah perusahaan yang memiliki tingkat Risk Based Capital (RBC) sesuai ketentuan yakni di 120 persen.
 
"Dan perusahaan asuransi jiwa yang RBC di bawah 120 persen harus ada penyesuaian. Misalnya juga biaya (yang dibayarkan kepada LPP) disesuaikan dengan sistem manajemen risiko. Tapi harapannya LPP ini memberkian dukungan terhadap perkembangan industri asuransi jiwa," pungkasnya.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif