NEWSTICKER
Ratusan putra-putri terbaik Papua yang kan bekerja di perusahaan BUMN - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu
Ratusan putra-putri terbaik Papua yang kan bekerja di perusahaan BUMN - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu

522 Pekerja BUMN Berasal dari Papua

Ekonomi pupuk indonesia kementerian bumn
Annisa ayu artanti • 22 Februari 2020 12:50
Jakarta: Forum Human Capital Indonesia (FHCI) memberi kesempatan bagi putra-putri terbaik Papua dan Papua Barat untuk bekerja di perusahaan BUMN.

Ketua Umum FHCI BUMN Herdy Harman mengatakan kesempatan itu diberikan melalui Program Perekrutan Bersama (PPB) BUMN Papua dan Papua Barat yang sudah berhasil menyeleksi 522 orang putra-putri terbaik Indonesia Timur.
 
Semua putra-putri Papua dan Papua Barat tersebut akan dipekerjakan di 38 perusahaan pelat merah di seluruh wilayah Indonesia. "Ini amanah presiden (Joko Widodo). Anak Papua yang luar biasa ini dapat bekerja di BUMN. Yang lulus PPN sebanyak 522 orang," kata Herdy dalam acara Inagurasi PPB di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Sabtu, 22 Februari 2020.
 
Menurutnya perusahaan BUMN ke depan akan banyak menghadapi tantangan khususnya di era disrupsi digital dan menyongsong revolusi industri 4.0 yang berbasis teknologi informasi.
Karena itu, BUMN harus menyiapkan talenta terbaik, yang mencakup aspek people, culture, organization, dan digitizing process sehingga terbentuk talenta yang berkarakter kuat, cinta Tanah Air, berdaya saing tinggi, berkolaborasi, dan menciptakan nilai tambah (creating value).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami yakini talenta dari Papua dan Papua Barat sudah siap untuk mengimplementasikannya," ucapnya.
 
Di tempat yang sama, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan beberapa wejangan bagi pegawai BUMN baru tersebut. Ia menekankan pegawai pelat merah harus memiliki kemampuan beradaptasi dan koperatif. Sebab banyak putra-putri Papua yang gagal karena menyepelekan dua hal tersebut.
 
"Kegagalan dari putra-putri Papua adalah adaptasi. Saya titip fokus. Terakhir kooperatif. Pada era seperti sekarang pintar saja enggak cukup. Karena bisnis model kegiatan itu berdasarkan kolaborasi," tukas Erick.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif