Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

CCTV Buatan Tangerang Tembus Ekspor ke AS

Ekonomi ekspor indonesia-as
Ilham wibowo • 14 Februari 2020 11:15
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong industri elektronik di Tanah Air memperluas pasar ekspor tujuan Amerika Serikat. Peluang permintaan pasar diyakini bakal meningkat seiring kualitas dan daya saing produk yang dihasilkan.
 
Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian R. Janu Suryanto mengapresiasi perusahaan-perusahaan elektronik di dalam negeri yang kian agresif mendobrak pintu ekspor. Pemerintah bertekad untuk lebih menggenjot nilai ekspor nasional, terutama dari sektor industri yang selama ini telah memberikan kontribusi paling besar.
 
"Beberapa hari lalu, saya turut melepas ekspor produk CCTV Camera buatan pabrik di Tangerang ke Amerika Serikat," tutur Janu melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 14 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Janu, peningkatan nilai pengapalan produk manufaktur dinilai cepat untuk memperbaiki defisit neraca perdagangan sekaligus dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah ini sejalan dengan program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0.
 
"Salah satu aspirasi dari roadmap tersebut adalah mendorong peningkatan net ekspor terhadap PDB," ungkapnya.
 
Pada 2019, nilai ekspor kelompok produk komputer, barang elektronik, dan optik mencapai USD1,1 miliar atau naik dibanding perolehan 2018 sebesar USD1 miliar. "Kami meyakini, nilai ekspor dari produk elektronik kita akan meningkat di tahun ini," ujar Janu.
 
Optimisme tersebut lantaran ceruk pasarnya masih terbuka lebar, termasuk ke negara nontradisional. "Sedangkan, akibat perang dagang, membuat berkurangnya pasokan produk elektronik dari Tiongkok ke Amerika Serikat," imbuhnya.
 
Perusahaan yang dimaksud Janu seperti PT. Adi Pratama Indonesia yang didirikan sejak 2015. Awal mulanya perusahaan ini melakukan perakitan untuk menciptakan produk telepon seluler dan PC Tablet lalu berkembang memproduksi CCTV Camera serta DVR/NVR/UVR pada 2017.
 
"Kami melihat potensi penjualan CCTV Camera sangat baik, hingga akhirnya kami mendapatkan pesanan dari pembeli di Amerika Serikat. Ke depannya, kami berharap bisa ekspor juga produk NVR, UVR, dan IPC Camera," kata Direktur PT. Adi Pratama Indonesia Raymond Tedjokusumo.
 
Jumlah CCTV Camera produksi PT. Adi Pratama Indonesia yang diekspor perdana ke Amerika Serikat sebanyak 1.488 set atau 11.904 unit. Setelah mampu menembus ke pasar Amerika Serikat pihaknya berencana mengincar ke beberapa negara tujuan ekspor lainnya, seperti Eropa, Turki, Iran, India, Brasil, dan Rusia.
 
"Kami sebagai perusahaan yang telah berhasil melakukan ekspor ke pasar Amerika Serikat, kami sangat senang dengan hal ini. Kami telah melakukan peningkatan kualitas dan standar produksi, agar produk yang kami hasilkan dapat diterima di pasar AS. Selain itu, hal tersebut meningkatkan omzet penjualan dan kinerja pada SDM kami," paparnya.
 
Raymond menilai sektor perindustrian di Indonesia berkembang cukup pesat, terutama dengan adanya bantuan dan dukungan dari pemerintah. "Terlebih lagi, pemerintah telah melakukan persiapan untuk menghadapi era industri 4.0 dengan berbagai macam bentuk upaya yang dilakukan, terutama dengan melakukan kegiatan digital dan teknologi," tuturnya.
 
Raymond optimistis pertumbuhan bisa terus diraih dengan dukungan pemerintah Pemerintah melalui berbagai program dan kegiatan strategisnya. Pelaku usaha pun akan semakin percaya diri melakukan ekspor.
 
"Kami pun sangat berharap agar para eksportir juga dapat diberikan fasilitas kemudahan impor bahan baku dengan baik. Sehingga, rencana dan waktu produksi kami bisa berjalan tepat waktu. Saat ini, kami melakukan impor barang material menggunakan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif