Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.

RI akan Kehilangan Devisa Pariwisata Rp33 Triliun Akibat Korona

Ekonomi pariwisata Virus Korona devisa negara
Suci Sedya Utami • 14 Februari 2020 17:48
Bali: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut Indonesia mengalami kerugian akibat wabah virus korona yang diduga berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok.
 
Dalam rapat koordinasi rencana pengembangan Benoa Maritime Tourism Hub, Erick mengatakan Indonesia akan kehilangan sekitar USD2,3 miliar atau setara Rp33,12 triliun (asumsi kurs APBN 2020 Rp14.400/USD) karena berkurangnya wisatawan Tiongkok yang datang ke Indonesia akibat virus covid-19.
 
"Dengan isu korona virus, kita akan kehilangan hampir USD2,3 miliar dari turis Tiongkok," kata Erick di Nusa Dua, Bali, Jumat, 14 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karenanya ia mengatakan untuk membangkitkan gairah pariwisata wisatawan mancanegara lainnya, pemerintah saat ini tengah berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur di Bali, salah satunya yakni dengan pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa.
 
Sebab dia bilang wisatawan bukan hanya datang dari udara, namun juga dari laut. Sayangnya fasilitas pelabuhan di Pulau Dewata ini dinilai Erick masih belum mendukung sebagai tempat masuknya para wisatawan.
 
"Selama ini fasilitas yang dari laut sebagai negara archipelago belum (mendukung), karena itu kita benahi pelabuhan," tutur Erick.
 
Dia bilang ini merupakan kesempatan yang tepat untuk memperbaiki pariwisata selagi semua negara tengah sibuk dengan virus Korona.
 
Menteri Pariwisata Wishnutama Kusubandio pernah mengatakan dalam satu tahun, wisatawan Tiongkok yang datang ke Indonesia bisa mencapai dua juta orang. Jika dihitung pengeluaran rata-rata wisatawan mancanegara per kunjungan (ASPA) Tiongkok sebesar USD1.400, maka devisa yang dihasilkan sebesar USD4 miliar.
 
"Itu dari Tiongkok saja, jadi memang ini sebuah tantangan yang cukup berat buat pariwisata. Tapi tentu sekarang yang menjadi prioritas utama adalah melindungi kesehatan bangsa Indonesia," kata Wishnutama.
 
Data Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang 2019, jumlah turis asal Tiongkok yang datang ke Indonesia mencapai 2,07 juta orang atau 12 persen dari total wisatawan mancanegara yang berkunjung yang mencapai 16,11 juta.
 
Sementara pada Desember 2019 ketika musim liburan, turis asal Tiongkok menempati posisi ketiga yakni dengan jumlah 125,6 ribu orang yang berkunjung atau 11,2 persen dari total turis yang berkunjung sebanyak 1,37 juta orang.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif