"Land bank kami tipis. Sehingga butuh akuisisi lahan baru. Total investasi yang dibutuhkan untuk akuisisi 500 ha lahan antara Rp700 miliar-Rp750 miliar," ucap Direktur Utama Krakatau Steel Sukandar, ditemui usai paparan publik Krakatau Steel di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (20/10/2016).
Saat ini, menurut Sukandar, dirinya sudah merampungkan akuisisi lahan seluas 450 ha. Sekitar 100 ha pertama, tanah itu akan dikembangkan pada kuartal IV-2017. Krakatau optimistis bisa memasarkan kawasan industri di kuartal I-2018.
"Kami sedang jajaki kemungkinan pengembangan kawasan industri baru di kawasan Bojonegoro dan Subang melalui sinergi dengan dua anak perusahaan BUMN yang lainnya," jelas Sukandar.
Meski demikian, Sukandar mengaku, saat ini rencana itu masih dalam tahap kajian kelayakan. Kajian kelayakan itu akan dijalankan dengan baik oleh manajemen KRAS.
Setelah akuisisi 500 ha lahan terealisasi dengan baik, sambung Sukandar, maka total keseluruhan land bank perseroan mencapai 1.130 ha.
"Setelah akuisisi lahan 500 ha selesai, kita punya total land bank menjadi 1.130 ha," pungkas Sukandar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News