Presiden Joko Widodo. (FOTO: ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Presiden Joko Widodo. (FOTO: ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Jokowi Sesalkan Tinginya Fee Tabungan Gerus Akun Perbankan Masyarakat

Ekonomi menabung
Husen Miftahudin • 31 Oktober 2016 14:20
medcom.id, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyesalkan biaya (fee) administrasi tabungan di perbankan yang cukup tinggi. Saking tingginya biaya tersebut, malah menggerus akun tabungan perbankan masyarakat.
 
Oleh sebab itu, dia meminta agar petinggi perbankan untuk menghitung ulang biaya administrasi yang dibebankan kepada setiap nasabah. Karena dengan begitu, masyarakat bakal banyak yang beralih dari menabung secara konvensial menjadi menabung di perbankan.
 
"Saya titip kepada seluruh pimpinan bank. Saya melihat ada keluhan biaya fee tabungan yang kadang-kadang kalau tabungan kita kecil dan kita tidak isi lagi, tiba-tiba tergerus," ujar Jokowi, dalam acara 'Ayo Menabung' dalam rangka Hari Menabung Sedunia 2016, di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Senin (31/10/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, dia juga meminta agar masyarakat gemar menabung di berbagai produk dan jasa keuangan. Karena menurutnya, saat ini rasio saving terhadap pertumbuhan ekonomi nasional hanya sekitar 31 persen. Kalah jauh dibanding Filipina yang sudah 46 persen, Singapura dan Tiongkok yang juga masing-masing sudah 49 persen.
 
Jokowi berharap masyarakat segera meninggalkan cara menabung konvensional, seperti menabung di lemari pakaian atau di bawah bantal. Masyarakat disarankan untuk memanfaatkan lembaga jasa keuangan yang ada seperti bank, reksa dana hingga saham.
 
"Ini mulai harus kita gerakan agar semuanya masuk ke tabungan dan perbankan. Dimulai dari pelajar dan mahasiswa agar semua gemar menabung," tegas Jokowi.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif