Harga Telur Melambung, Menko Darmin akan Temui Peternak

Kautsar Widya Prabowo 12 Juli 2018 09:44 WIB
telur ayamtelur
Harga Telur Melambung, Menko Darmin akan Temui Peternak
Ilustrasi pedagang telur. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Jakarta: Kenaikan harga telur ayam yang menyentuh angka Rp30 ribu per kilogram (kg) lantaran perternak menaikkan harga untuk mendapatkan untung dengan memanfaatkan momen Lebaran.

Menteri Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan pihaknya mendorong agar beberapa perusahaan besar dapat ikut menjaga stabilitas harga telur di pasaran.

"Saya tidak bilang normal, naik kok normal. Saya mau mengatakan bahwa kelihatannya kalau ditanya peternak 'boleh dong sekali-kali kita untung', ya tapi kan ada yang rugi (masyarakat) soal itu," ujarnya di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

Ia menuturkan, pengambilan untung itu akan dibicarakan pada peternak dan perusahaan-perusahaan besar. Pasalnya, jika pasokan telur dan daging ayam tidak berkurang, maka kenaikan harga tidak seperti saat ini.

"Ini kelihatannya dibicarakannya di tingkat petelur di tingkat perusahaan besar yang membuat Day Old Chicken (DOC), kalau dia enggak dorong (produksi) menjadi berkurang atau kenaikannya tidak cukup besar ya di bulan puasa dan di Lebaran akhirnya naik," tambahnya.

Selain itu, panjangnya libur lebaran yang diberikan pemerintah selama 10 hari juga membuat para pedagang pasar banyak yang memilih libur lebih dini.

"Lebaran itu, tahun ini banyak, berarti yang jualan tidak banyak, itu juga ada pengaruhnya," imbuhnya.

Oleh sebab itu, pihaknya akan menemui beberapa perusahaan besar untuk mendorong stabilitas harga daging ayam dan telur ayam.

"Kita harus bicara dengan dua sampai tiga perusahan terbesar supaya mereka tidak boleh menyetel agar harganya naik ," imbuhnya.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebelumnya menjelaskan harga telur naik imbas harga pangan yang meningkat. Pasalnya, 80 persen komponen pembuatan pakan ternak didatangkan dari luar negeri, seperti bungkil kedelai dari Argentina dan Brasil.

"Harga pakan naik karena dolar," ujarnya usai melakukan rapat koordinasi di Kementerian Perekenomian

Ia menambahkan, pihaknya akan berkomunikasi dengan penjual pakan dan Pinsar (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat) untuk mengetahui berapa keuntungan dan kenaikan harga pakan.

"Saya sudah mintakan kepada Pinsar bahwa yang pertama pakannya naik. Kemudian DOC (Day Old Chicken) dia juga naik, harga beli lamanya meningkat," tambahnya.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id