Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman. (FOTO: Medcom.id/Dian Ihsan)
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman. (FOTO: Medcom.id/Dian Ihsan)

Rupiah Lemah, Industri Mamin Diprediksi Masih Tumbuh di Atas 10%

Ekonomi industri makanan
Dian Ihsan Siregar • 04 Juli 2018 14:02
Jakarta: ‎Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman memperkirakan industri makanan dan minuman (mamin) masih dapat tumbuh lebih dari 10 persen tahun ini. Meski, mata uang rupiah telah terdepresiasi lebih jauh hingga saat ini.
 
‎"Tentunya pertumbuhan industri makanan dan minuman tahun ini, lebih tinggi dari 2017," kata Adhi, ditemui dalam acara 'Media Workshop Food Ingredients Asia 2018' di Hotel JW Marriott, Jakarta, Rabu, 4 Juli 2018.
 
‎Menurut dia, potensi industri makanan dan minuman di Indonesia dapat unggul karena suplai dan konsumen bervariasi. Adapun dari sisi inovasi dan keamanan, produk tersebut menjadi kunci kesuksesan utama. Meningkatnya minat akan cita rasa lokal di makanan dan minuman Indonesia juga menciptakan peluang bagi industri makanan dan minuman.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu nantinya akan menghasilkan produk sebanyak mungkin berdasarkan permintaan yang kian tumbuh, baik dari lokal maupun internasional, hingga‎ memberikan peluang bagi bahan baku lokal untuk menjajaki pasar yang lebih luas," jelas dia.
 
Sementara untuk memperkuat industri, ujar dia, perlu adanya sokongan dari produksi bahan baku, dengan terus berinovasi dan mengembangkan kekayaan alam Indonesia yang memilliki potensi besar dalam industri bahan baku makanan.
 
"Tentunya telah juga didukung dengan penelitian yang memadai," jelas dia.
 
Lanjut dia, industri makanan dan minuman pun menjadi subsektor prioritas pada 2018 dan diharapkan menjadi pendorong untuk tercapainya target pertumbuhan industri nonmigas 2018 yang mencapai 5,67 persen.
 
"Sektor industri makanan dan minuman sendiri telah berkontribusi sebesar 34 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) industri nonminyak dan gas pada 2017," jelas dia.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif