"Produksi cabai rawit pada 2014 sebanyak 8.486 ton dibanding tahun sebelumnya naik sebesar 24,9 ton atau 0,29 persen dari 8.461 ton," kata Sirly, di Manado, Selasa (11/8/2015).
Dia mengatakan kenaikan produksi cabai ini disebabkan kenaikan luas panen sebesar 893 hektare (ha) atau 78,33 persen, meskipun prodkuktivitasnya mengalami penurunan sebesar 3,05 ton per ha. Persentase produksi cabai rawit 2014 sebesar 97,18 persen di daratan Sulut dan 2,82 persen di Kepulauan Sulut.
"Kenaikan produksi cabai rawit dari 2013 ke 2014 terjadi di daratan Sulut sebesar 219 ton, sedangkan di Kepulauan Sulut mengalami penurunan sebesar 194 ton," ungkapnya.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam periode 2012-2014, wilayah daratan Sulut masih menjadi sentra produksi cabai rawit di provinsi tersebut. Luas panen tertinggi di daratan Sulut dan kepulauan terjadi pada tahun yang sama yaitu pada 2012, masing-masing seluas 2.231 ha dan 308 ha.
"Sedangkan produktivitas tertinggi di daratan sulut dan kepulauan terjadi pada 2013 masing-masing sebesar 7,30 ton per ha dan 10,57 ton per ha," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News