Wakil Ketua Komisi II DPR RI Herman Khaeron (Foto:MI/Susanto)
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Herman Khaeron (Foto:MI/Susanto)

RUU Pertanahan Diyakini Tak akan Ganggu Investasi

Ekonomi berita dpr
Anggi Tondi Martaon • 11 Juli 2019 13:18
Jakarta: Kamar Dagang Indonesia dan Industri (Kadin) Indonesia diminta tidak perlu khawatir dengan pembahasan rancangan undang-undang (RUU) Pertanahan. Aturan tersebut diyakini tidak akan mengganggu investasi.
 
"Ya sekarang yang dikhawatirkan apa?" kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI Herman Khaeron, kepada Medcom.id, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Politikus Demokrat itu menegaskan, RUU Pertanahan dibahas untuk menjamin kepastian hukum, investasi, dan membuat perizinan lebih efesien. Yang tak kalah penting yaitu memberikan rasa keadilan kepada seluruh lapisan masyarakat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena tanah ini kan terbatas dan pada hakikatnya tanah dimiliki oleh negara. Tentu rujukannya adalah konstitusi, Pasal 33 ayat 3 UUD 1945. Tentu tidak akan lari dari apa yang memang selama ini ditetapkan," kata Herman.
 
Herman menyebutkan, pembahasan RUU Pertanahan juga dikomplain oleh berbagai pihak. Sebab, dianggap mengambil kewenangan institusi lain.
 
"Tidak perlu berprasangka buruk terhadap RUU Pertanahan. Aturan tersebut dibuat untuk mengatur lebih spesifik tentang pertanahan," katanya.
 
Herman menjelaskan, landasan hukum yang digunakan selama ini yaitu Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria dianggap tidak spesifik mengatur tentang pertanahan, sehingga menyebankan banyak multitafsir.
 
"Nah, di dalam rancangan ini (RUU Pertanahan) lebih spesifik. Jadi jangan ada kekhawatiran bahwa RUU ini akan menghambat berbagai pihak. RUU ini justru sebagai sinkronisasi dan harmonisasi peraturan yang lain," kata Herman menjelaskan.
 
Herman pun menegaskan, Komisi II sangat terbuka dengan berbagai pihak. Terutama Kadin yang ingin memberikan masukan dalam pembahasan RUU Pertanahan, sehingga regulasi yang dibuat lebih komprehensif mengatur seluruh aspek terkait.
 
"Kita welcome (terbuka). Kalau Kadin ingin memberikan masukan, silakan. Saya juga kapan saja akan diundang oleh Kadin, saya siap," ujarnya.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif