Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)

Harga Gabah Kering Panen Turun 0,02%

Ekonomi harga gabah bps
Ilham wibowo • 10 Juni 2019 14:14
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data perkembangan harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani pada Mei 2019. Rata-rata terjadi penurunan harga sebesar 0,02 persen.
 
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto memaparkan transaksi GKP terjadi sebanyak 72,50 persen dari survei monitoring 2.007 transaksi penjualan gabah di 28 provinsi selama Mei 2019. Sementara data gabah kering giling (GKG) yakni 11,26 persen dan gabah kualitas rendah 16,24 persen.
 
"Selama Mei 2019, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.356 per kg atau turun 0,02 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.445 per kg atau turun 0,01 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya," kata Suhariyanto di Gedung 3 BPS Jalan dr. Sutomo, Jakarta Pusat, Senin, 10 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.172 per kg atau naik 0,88 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.298 per kg atau naik 1,47 persen. Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp4.022 per kg atau turun 0,01 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.118 per kg atau turun 0,01 persen.
 
Dibandingkan bulan lalu, rata-rata harga GKP di tingkat penggilingan selama Mei 2019 turun Rp1,00 per kg atau 0,01 persen menjadi Rp4.445 per kg, GKG naik Rp77 per kg atau 1,47 persen menjadi Rp5.298 per kg, dan gabah kualitas rendah turun Rp1 per kg atau 0,01 persen menjadi Rp4.118 per kg.
 
Sementara saat dibandingkan dengan Mei 2018, rata-rata harga di tingkat penggilingan pada Mei 2019 untuk GKP mengalami penurunan 4,23 persen, yaitu sebesar Rp197 per kg, kualitas GKG turun 1,40 persen sebesar Rp75,00 per kg, dan gabah kualitas rendah turun 6,34 persen, yaitu sebesar Rp279 per kg.
 
Begitu pula di tingkat penggilingan, rata-rata harga tertinggi untuk GKP Rp5.453 per kg terjadi pada Januari 2019, GKG Rp5.952 per kg terjadi pada Februari 2019, dan gabah kualitas rendah Rp4.948 terjadi pada Desember 2018. Sebaliknya, rata-rata harga terendah pada GKP sebesar Rp4.445 terjadi pada Mei 2019, GKG sebesar Rp5.221 terjadi pada April 2019, dan kualitas rendah Rp4.118 terjadi pada Mei 2019.
 
Selama periode Mei 2018-Mei 2019, rata-rata harga tertinggi di tingkat petani untuk GKP sebesar Rp5.353 per kg pada Januari 2019, GKG sebesar Rp5.828 per kg di Februari 2019, dan kualitas rendah sebesar Rp4.837 terjadi pada Desember 2018. Sebaliknya, rata-rata harga terendah pada GKP sebesar Rp4.356 pada Mei 2019, GKG sebesar Rp5.127 pada April 2019 dan kualitas rendah sebesar Rp4.022 terjadi pada Mei 2019.
 
"Dibandingkan Mei 2018, rata-rata harga pada Mei 2019 di tingkat petani untuk semua kualitas, yaitu GKP, GKG, dan rendah, mengalami penurunan masing-masing 4,36 persen, 1,80 persen, dan 6,58 persen," paparnya.
 
Dari 326 observasi pada transaksi penjualan gabah kualitas rendah atau 16,24 persen dari keseluruhan transaksi penjualan gabah selama Mei 2019, berasal dari Provinsi Jawa Timur 6,08 persen, Sulawesi Selatan 4,04 persen, Jawa Barat dan DI Yogyakarta masing-masing 1,44 persen. Sementara itu, gabah kualitas rendah dari provinsi lainnya masing-masing di bawah 1,00 persen.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif