Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Bukit Asam Incar Tambang Batu Bara di Luar Sumatra

Ekonomi ptba
Suci Sedya Utami • 29 Oktober 2019 08:47
Jakarta: PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berencana memperluas area pertambangan untuk menambah produksi dalam rangka ekspansi bisnis. Subholding tambang tersebut membidik lahan tambang batu bara yang berada di luar Sumatra.
 
Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin menyatakan saat ini pihaknya telah memiliki cadangan tiga miliar ton di lahan-lahan batu bara yang ada di Sumatra. Namun diakuinya, di wilayah operasional saat ini ada permasalahan dari sisi logistik.
 
Dirinya menjelaskan hasil tambang di Sumatra mesti diangkut menggunakan kereta api yang biayanya relatif lebih mahal dibandingkan dengan dengan menggunakan moda transportasi lain seperti kapal tongkang, dan sebagainya melalui sungai. Oleh karenanya PTBA kini mengincar di luar Sumatra agar bisa mengurangi beban logistik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita memang ada rencana untuk melakukan akuisisi, tapi kita lakukan dengan selektif dan di luar lokasi yang kita miliki saat ini," kata Arviyan, di Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019.
 
Adapun yang diincar memang bukan lahan berskala besar. Namun yang penting dapat menambah pasokan produksi PTBA kedepannya. Dia mengatakan telah ada beberapa lokasi tambang batu bara yang layak diakuisisi. Namun sayangnya, dia enggan menyebut lokasi dan taksiran nilai akuisisi tersebut karena masih dalam proses negosiasi.
 
"Ini belum pasti, masih kajian. Jumlah dan kapannya tergantung due dilligence. Belanja modal tahun depan masih kita susun, kita sesuaikan dengan kebutuhan pengembangan bisnis," jelas dia.
 
Hingga September 2019, PTBA mencatat adanya kenaikan produksi 9,6 juta ton dari periode yang sama di tahun lalu menjadi 21,6 juta ton. Namun di sisi lain mencatat beban pokok penjualan sebesar Rp10,5 triliun atau mengalami kenaikan 13 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp9,4 triliun.
 
Biaya angkutan kereta api menjadi salah satu komposisi dan kenaikan terbesar yang terjadi pada beban pokok penjualan Bukit Asam selama triwulan ketiga, seiring dengan peningkatan volume angkutan batu bara.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif