Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. FOTO: MI SUSANTO
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. FOTO: MI SUSANTO

Capai Target Operasional 2021

Pemerintah Kebut Proyek LRT Jabodebek

Ekonomi lrt proyek lrt
Suci Sedya Utami • 30 Oktober 2019 10:04
Jakarta: Pemerintah mengebut pengerjaan proyek lintas rel terpadu (LRT) Jabodebek agar bisa dioperasikan sesuai target di 2021. Salah satu yang dikebut yakni pembebasan lahan untuk depo dengan pembebasan lahan ditargetkan selesai pada November 2019.
 
"November ini selesai, kita banyak tertunda karena itu menyelesaikan konstruksinya agak rumit karena harus diperpanjang semua," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, usai rapat koordinasi LRT di Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, Selasa, 30 Oktober 2019.
 
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil mengatakan, pembebasan lahan yang masih terganjal yakni untuk depo Bekasi. Namun, Sofyan memastikan, pembebasan lahannya sudah hampir selesai 100 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tinggal beberapa bidang lagi yang akan konsinyasi. Artinya beberapa pekerjaan tidak terganggu lagi," ujar Sofyan.
 
Selain mempercepat pembebasan lahan, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo yang turut hadir dalam rapat tersebut mengatakan, pemerintah juga ingin memastikan uji coba rangkaian gerbong kereta berjalan dengan baik.
 
"Sudah mulai kami coba karena kami merangkai antara signaling-nya, mesinnya, sama gerbongnya. Nanti kami tinggal sale up saja sama perbaiki dari sisi komputernya supaya rangkaiannya jalan dengan baik," ujar Tiko, sapaan akrabnya.
 
Lebih lanjut, mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini mengungkapkan, pemerintah ingin memastikan konstruksi LRT berjalan dengan baik. Saat ini konstruksi masih dalam tahap pembangunan yakni dari Cawang-Dukuh Atas.
 
"Harapannya kita akselerasi supaya Desember 2021 sudah bisa beroperasi. Mungkin yang elevated belokan dari Kuningan ke Gatot Subroto karena itu yang paling susah. Nanti selanjutnya akan kami lanjutkan ke Dukuh Atas untuk penyelesaian," pungkas Tiko.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif