Pelaksana Harian Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Veri Anggrijono (tengah) saat menyaksikan kesepakatan ekspor sarang burung walet. (FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana)
Pelaksana Harian Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Veri Anggrijono (tengah) saat menyaksikan kesepakatan ekspor sarang burung walet. (FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana)

Kemendag Lepas 10 Ton Ekspor Sarang Burung Walet

Ekonomi kementerian perdagangan Sarang Burung Walet
Nia Deviyana • 19 Juli 2019 13:31
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) melepas 10 ton ekspor sarang burung walet senilai Rp500 miliar, yang dilakukan oleh PT Tong Heng Investment Indonesia.
 
Penandatanganan kontrak ekspor dilakukan oleh Direktur Utama PT Tong Heng Investment Indonesia Suyanti Ang. Sementara perwakilan perusahaan asal Tiongkok dilakukan oleh Pimpinan Quanzhou Yuyan Family Biotechnology Co. Ltd (Bird Nest Diary) Lu Yu Meng dan Pimpinan Xiamen Fuen Imp & Exp Co. Ltd. Lin Wei Ting.
 
"Pada kesempatan ini, kita menyaksikan penandatanganan kontrak ekspor sarang burung walet ke Tiongkok sebanyak 10 ton. Hal ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan ekspor komoditas sarang burung walet ke pasar Tiongkok," ujar Pelaksana Harian Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Veri Anggrijono usai menyaksikan penandatanganan kesepakatan tersebut di Restoran Nelayan Ancol, Jakarta Utara, Jumat, 19 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Veri menuturkan sarang burung walet merupakan salah satu komoditas potensial yang bisa ditingkatkan ekspornya untuk menekan defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD). Sebab, harga saran burung walet cukup tinggi, antara USD1.000 sampai dengan USD3.000.
 
"Makanya ini kita terus atur mekanisme ekspornya, mencoba melobi pemerintah di sana (Tiongkok) supaya diberikan kemudahan," imbuhnya.
 
Indonesia, lanjut Veri, diberikan kuota ekspor sarang burung walet sebesar 150 ton oleh Pemerintah Tiongkok. Sementara hingga saat ini baru ada 21 perusahaan di Indonesia yang berkontribusi menyumbang ekspor. Ketersediaan fasilitas untuk menghasilkan barang ekspor jadi menjadi salah satu tantangannya.
 
"Kita masih sering temukan pengusaha mengekspor raw material. Itu diekspor ke Hong Kong dan Vietnam, yang ujung-ujungnya ke Tiongkok juga. Untuk itu ke depan akan kita dorong hilirisasi," kata Veri.
 
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat ini sedang melakukan kunjungan kerja ke Beijing dan Shanghai, Tiongkok pada 17-23 Juli 2019. Kunjungan ini dalam rangka melobi Pemerintah Tiongkok, khususnya General Administration of Custom China (GACC) untuk lebih membuka dan memudahkan ekspor sarang burung walet Indonesia.
 
"Kementerian Perdagangan, khususnya melalui Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center siap membantu dan memfasilitasi para eksportir untuk memperluas pasar ekspornya di berbagai negara," pungkasnya.
 
Tiongkok merupakan negara tujuan utama ekspor sarang burung walet asal Indonesia. Pada 2018, total ekspor produk ini ke negeri Tirai Bambu tercatat sebesar USD139,82 juta.
 
Hingga April 2019, ekspor komoditas ini ke Tiongkok tercatat sebesar USD40,18 juta dengan volume 21,32 ton, atau naik 6,56 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 20 ton. Selama lima tahun terakhir (2014-2018), ekspor komoditas ini menunjukkan tren positif, yaitu 30,62 persen.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif