Illustrasi. Dok : MI.
Illustrasi. Dok : MI.

Phapros Tangkal Pelemahan Rupiah Lewat Ekspor Obat

Ekonomi rni ekspor-impor
14 Maret 2019 18:32
Jakarta: Emiten produsen obat PT Phapros Tbk (PEHA) melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi melemahnya nilai tukar rupiah pada tahun lalu. Sebab, mayoritas bahan baku obat diimpor dari luar negeri.
 
Direktur Utama PT Phapros Tbk Barokah Sri Utami mengungkapkan salah satu upaya menangkal melemahnya mata uang Garuda dengan memaksimalkan natural hedging atau meningkatkan porsi ekspor ke Myanmar, Kamboja, Vietnam, dan Nigeria.
 
"Secara global kita mendapatkan tekanan dan mempengaruhi ekonomi Indonesia dan tentu berdampak ke Phapros. Tapi kita sudah antisipasi karena bahan baku impor itu sebagian besar dari luar," ujar Emmy dalam paparan publik di Hotel JW Marriott Kuningan, Jakarta, Kamis, 14 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, ekspor produk farmasi ke sejumlah negara di Asia Tenggara ini belum mencapai lima persen. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat dengan adanya kerja sama dan rencana pembangunan pabrik di luar negeri.
 
"Kita targetkan ekspor bisa lima persen. Sekarang belum sampai ke angka itu," tambah dia.
 
Selanjutnya, anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) ini juga menerapkan kontrak bahan baku setiap tahun dengan memprioritaskan kegiatan pencarian bahan baku alternatif.
 
PEHA juga akan meluncurkan sebanyak 12 produk baru. Di pengembangan teknologi, PEHA memfokuskan pada Internet of Things untuk operasional marketing dan produksi, serta melakukan integrated system dengan anak perusahaan.
 
"Kami juga melakukan hilirisasi penelitian maupun pendidikan. Ini yang jadi nilai tambah kita," pungkas Emmy.
 
Adapun di bidang kinerja keuangan, laba PEHA naik 6,41 persen dari Rp125,27 miliar pada 2017 menjadi Rp133,29 miliar pada 2018. Penjualan bersih atau net sales juga meningkat dalam kurun lima tahun berturut-turut.
 
Untuk laba tahun berjalan atau current year profit juga terjadi peningkatan. Pada 2014 sebanyak Rp44,99 miliar, menjadi Rp133,29 miliar di 2018. Di sisi lain, PEHA juga berhasil mempertahankan net profit marginnya atau perbandingan laba bersih terhadap penjualan tetap double digit yaitu sebesar 13 persen.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif