Kadin Sambut Baik Kenaikan UMP
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu
Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyambut baik kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2019 sebesar 8,03 persen. Formulasi kenaikan UMP dirasa tepat karena sesuai dengan perhitungan inflasi dan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

"Itu sudah bagus, kita tidak melihat kenaikan tiba-tiba 20 persen sampai 30 persen. Apalagi masa-masa pilkada, kenaikannya (bisa) jadi uncontrolable," kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani di The Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Oktober 2018.

Menurut Rosan, para pengusaha bisa lebih mudah menyesuaikan biaya produksi terhadap kenaikan UMP. Namun, Rosan juga meminta agar produktivitas pekerja ditingkatkan.

"Di satu sisi kita tahu ini akan naik tiap tahunnya, tetapi pengukuran dari produktivitas itu yang perlu dipikirkan. Kalau tidak, perbandingan antara produktivitas dan cost akan makin merenggang," ungkap dia.

Bila produktivitas kerja tak ditingkatkan, Rosan khawatir investasi yang masuk ke RI tersendat. Terlebih, negara-negara kawasan Asia Tenggara jadi incaran investor global di tengah perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

"Kita lihat dari beberapa report, (investasi di kawasan ASEAN) masuknya ke Malaysia, Thailand, Vietnam. Yang masuk ke Indonesia belum. Itu jadi PR (pekerjaan rumah) kita untuk meningkatkan produktivitas," pungkas Rosan.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id