Illustrasi. MI/RAMDANI.
Illustrasi. MI/RAMDANI.

Strategi Kemendag Atasi Ekspor Kerajinan yang Masih Minim

Ekonomi ekspor-impor
Nia Deviyana • 09 Mei 2019 19:59
Jakarta: Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Arlinda mengatakan sumbangsih ekspor dari sektor kerajinan masih sedikit. Dia menjabarkan dari total ekspor non-migas yang sebesar Rp162 miliar, kontribusi sektor kerajinan hanya sebesar Rp800 juta hingga Rp900 juta saja.
 
"Ini artinya kontribusi produk kerajinan terhadap produk ekspor non-migas cuma setengah persen," ujar Arlinda di Gedung Kemendag, Jakarta, Kamis, 9 Mei 2019.
 
Itu sebabnya pada tahun ini Kemendag memiliki misi mendorong nilai ekspor non-migas, utamanya dari sektor kerajinan dengan cara memberikan nilai tambah pada produk. Untuk mendukung langkah ini, Kemendag melalui Indonesia Design Development Center (IDDC) berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi DKI Jakarta dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kerja sama ini akan berlangsung selama dua tahun ke depan. IDDC merupakan wadah untuk memfasilitasi dan memberikan pelayanan terkait pengembangan desain komunikasi visual. Kerja sama ini diharapkan akan semakin mendorong kinerja ekspor Indonesia," terangnya.
 
UMN melalui program studi Desain Komunikasi Visual akan memberikan rekomendasi kepada Kemendag berupa desain komunikasi visual untuk pelaksanaan kegiatan Klinik Desain di IDDC yang sudah berjalan sejak 2017.
 
"Bagi pelaku usaha yang ingin berkonsultasi desain komunikasi visual dapat dilakukan setiap Kamis. Dari hasil konsultasi tersebut diharapkan akan menghasilkan 10 purwarupa produk," imbuhnya.
 
Menurut Arlinda, memperbaiki kualitas desain menjadi faktor penting jika menginginkan produk yang dijual memiliki harga tinggi. "Perlu sentuhan desain agar harganya lebih mahal. salah satu yang masih saya ingat ketika karya anak bangsa menghasilkan satu produk desain kursi. Ketika dilakukan sentuhan desain, satu kursi saja nilainya mencapai 1.350 euro. Saat itu desainernya mahasiswa S2 ITB," kata dia.
 
Arlinda menuturkan pada 2018 jumlah ekspor memang mengalami peningkatan. Namun, tidak signifikan dibandingkan peningkatan yang terjadi pada 2017. "Hal ini tak lain karena tingginya impor migas sehingga negara harus menanggung defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) sebesar USD8 miliar," pungkasnya.

 

(SAW)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif