Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Pemerintah Siapkan Skema Replanting Pohon Karet

Ekonomi karet industri karet
Ilham wibowo • 02 April 2019 10:18
Jakarta: Pemerintah tengah menyiapkan skema penanaman kembali atau replanting pohon karet yang produktivitasnya terus menurun. Rencana jangka panjang ini bakal dilakukan secara bertahap dengan target pengerjaan 50 ribu hektare (ha) per tahun.
 
Deputi VII Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Affandi Lukman mengatakan tahap pertama peremajaan akan segera dimulai untuk kebun karet rakyat 5.000 hingga 6.000 ha dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Nantinya, pembiayaan akan dikombinasikan untuk bisa mencapai peningkatan target per tahun.
 
Tak hanya itu, pemerintah juga terus mengembangkan produksi benih dalam jumlah yang masif dan bersertifikat. Hal itu dilakukan agar produktivitas karet meningkat dan punya kualitas yang tinggi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini diinisiasi lima ribu sampai enam ribu hektare dulu sepanjang tahun dilakukan secara masif. Pohon karet alam Indonesia perlu peremajaan secara bertahap," kata Rizal di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Senin, 1 April 2019.
 
Peremajaan pohon ini juga dalam upaya menjaga pasokan produksi karet alam dunia yang berkelanjutan. Apalagi, serapan oleh industri dalam negeri maupun kebutuhan ekspor diprediksi terus meningkat di tahun mendatang.
 
Menurut Rizal penanaman kembali yang dilakukan ditargetkan hanya 60 persen dari total luas lahan kebun karet Tanah Air mencapai 3,64 juta ha. Cakupan target luas lahan yang akan diproses ulang itu butuh waktu panjang hingga puluhan tahun.
 
"Ini terkait permintaan global supply global, kita bicara jangka panjang, dengan pohon baru produktivitas bisa meningkat itu cukup 60 persen lahan," paparnya.
 
Target pemanfaatan lahan hanya 60 persen tersebut merupakan kajian dalam penyesuaian harga karet alam dunia. Sehingga hasil panen yang dihasilkan di tingkat petani tetap pada level ekonomi yang tinggi.
 
"Tidak akan berlebih, 40 persen sisa lahan akan dimanfaatkan untuk kepentingan lahan hotikultura untuk bisa menambah pendapatan petani," ujarnya.
 
Rizal menambahkan, hasil replanting karet ini butuh penanganan yang khusus. Satu pohon karet alam baru bisa dipanen getahnya setelah berumur enam hingga tujuh tahun setelah penanaman.
 
"Penanaman kembali ini tidak langsung berdampak hari ini, tapi jangka panjang. Ditanam saat ini dan akan menghasilkan di tahun ke enam atau ke tujuh," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif