Operator robotik di Makasar. Foto : Medcom/Nia.
Operator robotik di Makasar. Foto : Medcom/Nia.

Kemenperin Perbanyak Operator Robotik dari Makassar

Ekonomi kementerian perindustrian
Nia Deviyana • 06 Februari 2020 20:14
Makassar: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperbanyak Sumber Daya Manusia (SDM) yang bergerak di bidang operator robotik untuk berkontribusi di industri-industri Tanah Air. Hal ini direalisasikan melalui unit-unit pendidikan yang dimiliki di berbagai daerah, salah satunya dari Politeknik ATI Makassar.
 
"Di Politeknik ATI Makassar punya program studi yang fokusnya mengenai teknik manufaktur dan robotik. Ini salah satu politeknik terbaik di Indonesia,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto ketika melakukan kunjungan kerja di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 6 Februari 2020.
 
Eko menjelaskan setiap fasilitas produksi di pabrikan berupa mesin dan peralatan, perlu perawatan dan perbaikan. Tentunya dalam proses tersebut, dibutuhkan operator atau teknisi terampil, terutama yang bisa memahami perkembangan teknologi saat ini di era industri 4.0.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini penyediaan tenaga ahli itu masih sangat terbatas. Makanya, kita juga kerja sama dengan perusahaan-perusahaan industri, seperti PT Petrokimia Gresik dan PT Semen Baturaja," paparnya.
 
Selain itu, guna lebih meningkatkan kompetensi Politeknik ATI Makassar, Eko menuturkan pihaknya cukup banyak mendatangkan peralatan praktik terbaru sejak 2019
 
"Terutama peralatan-peralatan yang terkait dengan proses penggunaan robotik. Apalagi, Politeknik ATI Makassar akan masuk program satelit dari PIDI 4.0 yang ada di Jakarta. Jadi, untuk digital manufaktur dan robotiknya akan dibuat showcase-nya di ATI Makassar, sehingga bisa menjadi capability center dan juga dapat mempelajari tentang konsep industri 4.0 di dalam proses manufaktur," tutur Eko.
 
Kepala BPSDMI ini optimistis berbagai upaya tersebut memudahkan transformasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten ke arah digitalisasi.
 
“Selain mendapat bekal kemampuan teknik manufaktur yang dasar, seperti mengelas, para mahasiswa juga belajar desain dan merakit mesin dan peralatan melalui aplikasi digital,” imbuhnya.
 
Para lulusan Politeknik ATI Makassar tidak hanya mendapat ijazah, tetapi juga sertifikasi kompetensi. Setiap tahun, politeknik tersebut mampu meluluskan sebanyak 450 lulusan dari tingkat D3 dan D1.
 
"Mereka semua langsung terserap kerja karena adanya kerja sama dengan sejumlah perusahaan industri," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif