Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto : Medcom/Ilham Wibowo.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto : Medcom/Ilham Wibowo.

Airlangga: RI Belum Hentikan Impor Bawang Putih dari Tiongkok

Ekonomi tiongkok Impor Bawang Putih
Desi Angriani • 04 Februari 2020 20:23
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia belum menghentikan impor bawang putih dari Tiongkok. Pasalnya, komoditas pangan belum terkonfirmasi sebagai medium penularan virus korona.
 
"Yang bilang setop siapa? Penularan virus itu dari manusia bukan dari barang," kata Airlangga ditemui di di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.
 
Menurutnya, virus korona tak bisa ditularkan lewat benda mati seperti bawang. Sebab, kasus penularan virus corona 2019 nCoV tercatat masih dari manusia ke manusia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bawang bukan virus," ungkap dia.
 
Ketua Umum Golkar itupun belum mengkaji lebih jauh dampak penyebaran korona terhadap perekonomian Indoensia. Saat ini 26 negara tercatat sudah terjangkit wabah yang berasal dari Wuhan, Tiongkok tersebut.
 
"Kita kaji dulu karena masih terlalu pagi," pungkasnya.
 
Sementara itu, Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto mengungkapkan pemerintah sudah memberhentikan sementara impor pangan dari Tiongkok demi mencegah masuknya virus melalui komoditas yang mungkin terpapar.
 
Daftar komoditas pangan yang disetop dari Tiongkok, yakni kelompok sayuran dan buah-buahan seperti bawang putih, bawang bombai, pir, apel, dan jeruk.
 
"Yang banyak bawang putih sama bawang bombai. Terus buah pir, apel dan jeruk," katanya di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.
 
Terkait berapa lama moratorium impor diberlakukan, Anton menyebut hal itu bergantung pada situasi dan perkembangan virus korona berdasarkan ketetapan World Health Organization (WHO).
 
"Kita harus menjaga, enggak hanya masalah harga tapi menjaga kesehatan masyarakat secara umum. Enggak main-main ini," pungkasnya.
 
Adapun jumlah korban terinfeksi virus korona mencapai 20.679 kasus dan 427 kasus meninggal dunia. Sementara itu, per 3 Februari 2020, sebanyak 632 kasus dinyatakan sembuh dari virus tersebut.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif