CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman memberikan perumpamaan, apabila seseorang hendak melakukan perjalanan selama tiga hari maka seseorang itu harus menyiapkan uang saku kepada anak-anaknya selama tiga hari. Termasuk ketika hendak menyiapkan perjalanan selama seminggu, maka uang saku yang disiapkan untuk satu minggu.
"Tapi, bagaimana kalau yang terjadi orangtua meninggal dunia. Apakah seumur hidup bisa memberi uang saku yang cukup? Ini fakta, benar tidak. Jadi, inilah yang terjadi," kata Edy, ditemui di Menara Generali, Jakarta, Selasa (23/2/2016).
Pada sisi lain, untuk meningkatkan kesadaran akan asuransi sekaligus mendorong tingkat penetrasi bisa meningkat di masa-masa mendatang maka keberadaan anak muda menjadi pasar yang potensial. Sebab, anak muda memiliki potensi untuk memahami produk asuransi termasuk berani berinvestasi melalui produk unit link.
"Tapi, anak muda bisa berubah dan menjadi segmen yang disasar Generali Indonesia. Sebab, anak muda biasanya berani tampil beda dan mampu bertanggung jawab," ungkap Edy.
Pada aspek ini, Edy meyakini, produk unit link yang diluncurkan dan bernama Gemilang bisa menjadi jawaban, karena ditujukan bagi anak muda yang ingin memiliki jaminan pasti akan masa depannya termasuk bagi keluarganya. Gemilang juga diharapkan menjawab masih rendahnya tingkat penetrasi asuransi yang masih rendah sekarang ini.
Namun demikian, Edy tidak memungkiri memerlukan metode yang tidak biasa untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya asuransi kepada anak muda di Indonesia. Strategi yang dilakukan dengan memberikan pemahaman mengenai proteksi jiwa kepada masyarakat luas, dan proses yang sesuai.
"Termasuk memberikan informasi yang mudah dan dipahami, lingkungan yang mendukung, produk yang terjangkau, tercapai tujuan perlindungan jangka panjang, dan ada jaring pengaman jangka panjang serta meluas," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News