Laba yang melorot dikarenakan pendapatan perseroan yang turun tipis 0,14 persen menjadi Rp26,94 triliun di 2015, dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp26,98 triliun. Demikian mengutip laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/2/2016).
Pendapatan yang turun dikarenakan penjualan semen perseroan yang tergerus. Penjualan semen dari pihak ketiga menjadi Rp20,89 triliun di 2015 atau turun dari capaian 2014 yang sebesar Rp21,06 triliun. Penjualan beton siap pakai menjadi Rp438,10 miliar di 2015 atau turun dari capaian 2015 yang sebesar Rp523,17 miliar. Kemudian, pendapatan dari persewaan lahan industri turun dari Rp25,46 miliar di 2014 dan menjadi Rp21,17 miliar pada tahun lalu.
Posisi beban pokok pendapatan mengalami peningkatan 5,84 persen, dari posisi Rp15,40 triliun di 2014 menjadi Rp16,30 triliun di 2015. Alhasil laba kotor menjadi Rp5,85 triliun, atau turun dari posisi Rp7,07 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News