Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengakui, rendahnya daya beli masyarakat selama kuartal awal 2015 menjadi ganjalan dalam menyalurkan kredit. Namun pada kuartal akhir, penyaluran kredit meningkat seiring daya beli yang mengalami lonjakan.
"Daya beli kelihatan meningkat di kuartal keempat kemarin, jauh di atas perkiraan yang dilihat pada kuartal I dan II. Pada kuartal itu betul-betul lesu," ujar Jahja, ditemui di Menara BCA, Jalan MH Thamrin No 1, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2016).
Kondisi pasar yang dinilai semakin bergairah di tahun ini menjadi jalan bagi BCA untuk menambah penyaluran KPR. Tak tanggung-tanggung, bank swasta nasional itu akan menambah penyaluran KPR sebanyak Rp20 triliun.
"Jadi lumayan permintaannya sih, sekitar Rp20 triliun kalau tidak salah penambahan KPR baru. Tapi harus dipotong dengan rundown atau cicilan yang setahun Rp15 triliun. Jadi net-netnya kita bisa naik Rp5 triliun," pungkas Jahja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News