Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila (kiri) bersama dengan Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli (tengah) dan Sekretaris Perusahaan Adira Finance Perry B. Slangor (FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma)
Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila (kiri) bersama dengan Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli (tengah) dan Sekretaris Perusahaan Adira Finance Perry B. Slangor (FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma)

Adira Finance Catat Piutang Pembiayaan Skema Bersama Capai Rp20 Triliun

Ekonomi adira dinamika multifinance
Angga Bratadharma • 28 Juli 2018 12:04
Jakarta: PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (Adira Finance) mencatat piutang pembiayaan yang dibiayai melalui skema pembiayaan bersama berjumlah Rp20,0 triliun di semester I-2018 atau setara dengan 42 persen dari piutang pembiayaan yang dikelola. Adira Finance siap mengelola pendanaan guna memaksimalkan laju bisnis.
 
Selain itu, Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila menjelaskan, pinjaman dari eksternal berjumlah Rp21,3 triliun. Pinjaman dari perbankan dan pendanaan obligasi dari pasar modal memiliki komposisi 54:46. Dengan ekuitas yang mencapai Rp6,0 triliun, gearing ratio berada pada tingkat 3,6 kali dari sebelumnya 4,1 kali pada semester I-2017.
 
Pada kuartal I-2018, lanjut Made, Adira Finance telah berhasil menerbitkan obligasi sejumlah Rp1,6 triliun melalui penawaran umum berkelanjutan atau Obligasi Berkelanjutan Adira Finance IV Tahap II dan sukuk senilai Rp490 miliar melalui Sukuk Mudharabah Berkelanjutan Adira Finance III Tahap II.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pada kuartal selanjutnya, kami memperoleh pinjaman sindikasi senilai USD300 juta dari investor yang sebagian besar berasal dari Singapura, Jepang dan Taiwan," kata Made, ketika ditemui Medcom.id, dalam Media Update: Kinerja Semester I-2018 Adira Finance, di Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018.
 
Dengan sejumlah pencapaian pada semester I-2018, Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli menambahkan, Adira Finance yakin dalam mencapai target pertumbuhan pembiayaan baru sepanjang tahun ini yang sebesar 5-10 persen, meski tetap berhati-hati di tengah ketidakpastian yang terjadi pada kondisi ekonomi saat ini.
 
Di sisi lain, keputusan melakukan diversifikasi dalam pendanaan telah memberikan Cost of Funds (CoF) yang lebih rendah bagi Adira Finance sebagaimana tercermin pada beban bunga yang turun tiga persen menjadi Rp2,0 triliun. Hal ini menghasilkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp3,2 triliun atau naik 23 persen secara tahun ke tahun.
 
Tidak hanya itu, lanjut Hafid, beban operasional naik 13 persen menjadi Rp1,7 triliun yang terutama didorong oleh kenaikan pada beban gaji dan tunjangan seiring dengan adanya penyesuaian pada upah minimum regional, penyesuaian gaji tahunan, dan pelatihan untuk mendukung sumber daya manusia.
 
"Dengan demikian, Adira Finance dapat menutup semester I-2018 dengan kenaikan laba bersih Rp192 miliar atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu menjadi Rp874 miliar," pungkasnya.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif