Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kemendag Kasan - - Foto: Medcom.id/ Ilham Wibowo
Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kemendag Kasan - - Foto: Medcom.id/ Ilham Wibowo

Darurat Korona Singapura Belum Ganggu Perdagangan RI

Ekonomi Virus Korona indonesia-singapura
Ilham wibowo • 11 Februari 2020 13:15
Jakarta: Peningkatan status kesiagaan virus korona di Singapura dinilai belum berdampak pada perdagangan di Indonesia. Padahal transit produk ekspor RI di negara singa itu menurun drastis.
 
"Melihat Singapura sebagai negara tujuan ekspor iya, tetapi kita ke Singapura turun terus, artinya transit ke Singapura turun terus," kata Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kemendag Kasan ditemui di Auditorium Kemendag, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020.
 
Kasan menyebutkan ekspor produk Indonesia saat ini sudah bisa dilakukan langsung ke negara tujuan tanpa melalui Singapura. Hal ini seiring rampungnya sejumlah infrastruktur penunjang. Virus korona justru akan berdampak besar terhadap menurunnya aktivitas perekonomian di Tiongkok.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita sudah mengurangi transit dan ekspor langsung dari Indonesia itu naik. Singapura tentu dulu tiga besar tapi sekarang di bawah lima negara besar saat ini setelah Tiongkok, Amerika, Jepang, India, dan Korea," papar Kasan.
 
Namun demikian, ekspor ke Singapura baik transit ataupun tidak transit tetap perlu menjadi perhatian demi merealisasikan target kinerja perdagangan. Ia bilang ekspor produk non migas primer seperti emas, timah dan lainnya ke negara non Singapura mestinya bisa lebih besar.
 
Adapun Singapura dipastikan tidak mengolah semua produk yang diimpor dari Indonesia. Mereka justru melakukan re-ekspor ke sejumlah negara yang selama ini menjadi pasar Indonesia.
 
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia mengeluarkan imbauan perjalanan ke Singapura usai mempertimbangkan banyaknya kasus positif virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV).
 
"Pihak yang menerapkan status Oranye adalah Singapura. Berangkat dari perubahan status, kita adakan perbaikan di aplikasi Safe Travel, lebih kepada advice (imbauan)," kata pelaksana tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah di kompleks Kantor Sekretariat Presiden, Jakarta, Senin, 10 Februari 2020.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif